METROPOLITAN – Musyawarah antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan pemilik lahan Siti Khadijah yang diwakili ahli waris yakni H Aab di ruang Paseban Punta, Balai Kota Bogor, hingga kini belum juga menemukan kata sepakat. Lahan seluas 1.987 meter persegi yang digunakan untuk Jalan Regional Ring Road (R3) di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, sampai sekarang masih sengketa.

Gagalnya negosiasi dise­babkan hasil penilaian Tim Appraisal terhadap ganti rugi lahan tidak sesuai keinginan pemilik lahan. Padahal, masy­arakat di Kelurahan Katulam­pa berharap Pemkot Bogor bisa segera menyelesaikan persoalan tersebut. Apalagi, sejak jalan R3 ditutup, banyak pengendara yang harus memu­tar arah melewati jalur alter­natif.

Ketua Lembaga Pemberday­aan Masyarakat (LPM) Kelu­rahan Katulampa, Bella Allis Trisnawati, mengaku sangat menyayangkan jika mediasi pembebasan lahan belum me­nemui kata sepakat. Selama ini, jalan R3 merupakan kebu­tuhan yang sangat urgen bagi masyarakat. “Saya berharap pemerintah dan pemilik lahan jangan saling ego. Pikirkan juga nasib warga yang mem­butuhkan akses jalan,” ujar Bella saat ditemui wartawan koran ini, kemarin.

Jika sampai Jumat depan be­lum ada solusi, maka masyara­kat akan menggelar aksi de­monstrasi. Hal ini dikarenakan jalan R3 merupakan salah satu akses vital bagi warga di Katu­lampa. “Bukan hanya warga Katulampa yang menggunakan jalur ini, tapi semua yang melin­tas dari Jakarta dan luar daerah. Kini warga sudah hilang keper­cayaan sama Pemkot Bogor, karena sering di PHP. Intinya, pembebasan lahan R3 harus secepatnya terlaksana,” tegas­nya.

Terpisah, Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, per­temuan ini membahas sejum­lah persoalan, termasuk peni­laian dari Tim Appraisal ter­kait ganti rugi lahan. Tim Appraisal mencatat Pemkot Bogor harus mengeluarkan anggaran sebesar Rp14,9 mi­liar sebagai biaya ganti rugi sebidang tanah milik Siti Kha­dijah. “Tadi hasil kajian dari Tim Appraisal yang dilakukan profesional sudah menyam­paikan ke ahli waris, namun kemudian mereka meminta waktu untuk mempelajari hal itu,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum pemilik lahan R3, Renno Catur Nugraha, mengaku perlu men­jadwalkan kembali pertemuan serupa, setelah tim dan pemi­lik lahan mempelajari nilai appraisal. “Jadi, kita akan mela­kukan pengkajian dulu terhadap hal itu. Bagaimana kelanjutan­nya kita bahas di pertemuan berikutnya,” katanya.

Tak hanya itu, pemilik lahan juga meminta maaf kepada masyarakat Bogor dan peng­guna jalan atas ditutupnya akses jalan tersebut. “Kami mohon doanya kepada masy­arakat Bogor agar persoalan ganti rugi bisa cepat selesai,” ujarnya.

Seperti diketahui, Jalan R3 merupakan jalur alternatif yang dibangun Pemkot Bogor sejak 2014 untuk mengurai kemace­tan di jalur utama pusat kota, seperti Jalan Pajajaran. Masy­arakat dari Bogor Utara apa­bila mau ke Puncak bisa melin­tasi jalur yang tembus ke Ka­tulampa dan Tajur ini. (ads/c/yok/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here