Marinus Iringi Langkah Timnas U-22 ke Semifinal Piala AFF

by -

METROPOLITAN – Berakhir sudah paceklik tripoin Timnas U-22 Indonesia di Piala AFF 2019. Menghadapi Kamboja dalam laga pamun­gkas Grup B, Jumat (22/2), pasukan Indra Sjafri merebut kemenangan 2-0.

DUA gol Timnas U-22 lahir dari kaki Marinus Wanewar pada menit 19 dan 83. Tak cuma menuliskan nama di papan skor untuk dua laga beruntun, penyerang mi­lik Bhayangkara FC itu sekaligus menen­tukan kelolosan Timnas U-22 ke babak semifinal. Timnas U-22 finis di tempat kedua ber­kat raihan lima angka atau berjarak satu poin saja dari Kamboja selaku pemuncak klasemen akhir. Sementara itu, Malaysia yang menang 1-0 atas Myanmar di laga terakhir, gagal melaju ke semifinal karena cuma mengoleksi empat poin.

Untuk babak empat besar nanti, Timnas U-22 bakal menghadapi Vietnam di Olym­pic Stadium, Phnom Penh, Minggu (24/2) pukul 15:30 WIB. Laga lainnya mempertemukan Kamboja dengan Thailand tiga jam berselang.

Seperti janjinya sebelum tur­namen, pelatih Indra Sjafri kem­bali menerapkan kebijakan ro­tasi di susunan starter di setiap lini. Khusus sektor depan, sang juru taktik mempertahankan duo Papua, Marinus Wanewar dan Osvaldo Haay, serta menurunkan Witan Sulaeman sebagai peng­ganti Billy Keraf.

Komposisi tersebut belum menghadirkan permainan apik di awal laga. Sebab, Kamboja coba memperlambat tempo se­tiap menguasai bola. Di sisi lain, serangan Timnas U-22 via tepi lapangan kerap mentok sebelum memasuki kotak penalti.

Untung buat Timnas U-22, pertahanan Kamboja kehilangan konsentrasi sebelum pertan­dingan genap 20 menit. Witan merebut bola di sisi kiri perta­hanan mereka, kemudian me­lepaskan umpan ke kotak penal­ti. Dengan dua kali percobaan, Marinus mampu menuntaskan serangan dan menggetarkan jala gawang Kamboja.

Keunggulan satu angka men­ghadirkan ketenangan buat Ba­gas Adi Nugroho dan kolega. Distribusi bola lebih mengalir dan bahkan beberapa kali men­capai kotak penalti Kamboja. Hanya penyelesaian akhir yang kurang, seperti ketika Marinus gagal memanfaatkan blunder kiper Kamboja di pengujung paruh pertama.

Ambisi mengejar gol kedua kembali tampak dari permainan Timnas U-22 selepas jeda pertan­dingan. Serangan tergolong lebih bervariasi karena ’Garuda Muda’ tak cuma mengekspos sisi per­tahanan Kamboja.

Momen pada menit 57 bisa menjadi bukti. Berawal dari um­pan terobosan area tengah, Osvaldo Haay mampu menarik dua pemain Kamboja sehingga Gian Zola berdiri bebas. Upaya pemilik nama terakhir belum menemui hasil lantaran bola ditepis kiper Kamboja.

Kendati begitu, dominasi Tim­nas U-22 tidaklah mutlak. Sese­kali masih ada ancaman dari Kamboja yang sudah memasti­kan juara grup. Tercatat, Awan Setho di bawah mistar ’Garuda Muda’ harus meninju bola se­banyak dua kali akibat eksekusi bola mati sang tuan rumah.

Di sisi lain, serangan Timnas U-22 sebetulnya sudah mengen­dur di pengujung laga. Terlebih lagi setelah Witan ditarik keluar karena mengalami masalah pada kakinya. Namun, ’Garuda Muda’ memiliki Marinus yang benar-benar oportunis di dalam kotak.

Ya, tembakan keras Marinus membawa Timnas U-22 unggul 2-0 pada menit 83. Sang pemain terlihat hendak membuka baju ketika merayakan gol, tetapi rekan-rekannya berupaya menahan agar wasit tak mengeluarkan kartu kuning. Lesakan Marinus seka­ligus menutup pertandingan ini. (kmp/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *