METROPOLITAN – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 273 desa se-Kabupaten Bogor serentak dilakukan pada 3 November 2019. Jadwal itu maju dari rencana semula yang sedianya akan dilaksanakan pada 2020. Hal itu terungkap setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan kesepakatan dengan 40 pengurus Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di pendopo bupati Bogor, Cibinong, kemarin.

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, alasan kesepaka­tan memajukan jadwal itu dengan maksud menjaga efek­tivitas kinerja desa, terutama tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih menjabat pelaksana tugas (plt) pemimpin desa. Ia juga memastikan pelaks­anaan pilkades dilakukan usai Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) beberapa waktu mendatang.

”Seharusnya akan dilakukan 2020, tapi kita majukan proses­nya. Sebab, kalau terlalu lama kan kasihan dan tidak efektif. Kami butuh kinerja PNS yang sekarang di-Plt-kan kembali bekerja sesuai fungsinya,” kata AY, sapaan akrabnya. Selain itu, pemkab juga memastikan bakal mengucurkan bantuan anggaran untuk pilkades ke­pada penyelenggara. Tujuannya, meringankan beban biaya yang ditanggung panitia atau calon kepala desa.

AY memastikan bahwa ang­garannya berasal dari Angga­ran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), di mana besaran ban­tuannya berbeda-beda antar­desa. Menyesuaikan dengan jumlah daftar pemilih di wi­layah tertentu. “Acuan besaran­nya begitu. Makin banyak pe­milih di suatu wilayah, ang­garannya makin besar. Saat ini kami anggarkan Rp15.000 per pemilih,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Apdesi Kabupaten Bogor, Abdul Azis Anwar, menuturkan, per­temuan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi bupati baru terpilih agar mensinergikan antara program dengan kebu­tuhan wilayah. “Kami akan membantu program dari bu­pati terpilih ini,” ujarnya.

Selain itu, sambung dia, ba­hasan terkait pilkades, di mana sebelum pertemuan belum ada info dari Pemkab Bogor soal jadwal pasti pelaksanaan yang akhirnya ditentukan pada No­vember 2019 untuk 273 desa dan direncanakan semula pada 2020 untuk 66 desa.

Pria yang juga kades Cimang­gis, Kecamatan Bojonggede itu menambahkan, pertemuan memang baru menyepakati soal jadwal pilkades, sedangkan tahap kampanye dan teknis masih harus melalui bahasan berikutnya. “Belum ada tahapan kampanye seperti apa. Lebih pada hari ini (kemarin, red) bupati ketuk palu sudah me­nentukan jadwalnya. Meka­nisme ada di Badan Permu­syawaratan Desa (BPD) dengan camat ditentukan kemudian. Yang sudah jelas itu ya tang­galnya,” paparnya.

Setelah ini, lanjut Azis, pi­haknya bakal mengadakan rapat lanjutan untuk 40 keca­matan demi menyosialisasikan hasil pertemuan kemarin. Ia berharap kinerja aparatur desa bisa didorong orang nomor satu se-Kabupaten Bogor itu, sejalan dengan dukungan un­tuk kinerja bupati dalam men­jalankan program-programnya. (ryn/c/yok/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here