METROPOLITAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cileungsi geram dengan pihak Muspika yang dinilai tidak serius dalam memberantas tempat prostitusi di Desa Limusnunggal. Belasan tahun beroperasi dan berganti pejabat tetap saja mandul serta tidak memiliki nyali menertibkan tempat maksiat tersebut. ”Saya mendesak muspika mempercepat pembongkaran tempat prostitusi di Kampung Cokelat dan Anggrek, Desa limusnunggal agar program bupati terkait Bogor Beradab bisa segera terwujud di Bumi Tegar Beriman,” desak Ketua MUI Cileungsi, Saman, kemarin.
Menurut dia, Desa Limusnunggal merupakan bagian dari Kecamatan Cileungsi yang memiliki nilai minus dan tempat pelacuran. Para pejabat terkait diharapkan lebih berani dan tegas mengembalikan Desa Limusnunggal menjadi desa agamis tanpa prostitusi.
“Jangan biarkan hal negatif (prostitusi) terus melekat di Desa Limusnunggal. Bangunan yang sudah disegel Satpol PP harus segera dibongkar agar kegiatan ini lenyap. Jangan berikan celah untuk kegiatan maksiat yang menghancurkan moral masyarakat,” sarannya.
Selain itu, ia juga mendesak camat Cileungsi tak ada lagi oknum pejabat yang main mata dan membekingi pengelola tempat pelacuran. Saatnya Cileungsi bebas dan bersih dari kegiatan yang bisa merusak generasi bangsa. (agi/b/rez/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here