Muspika Acak-acak Sarang Prostitusi Di Limusnunggal

by -

METROPOLITAN – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cileungsi menggelar razia nobat di wilayahnya, kemarin. Razia tersebut menyasar Pekerja Seks Komersial (PSK) dan panti pijat di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Pantauan di lapangan, petugas menyisir berbagai lokasi yang ditengarai sebagai tempat transaksi prostitusi PSK terselubung, seperti kafe, panti pijat dan kos-kosan. Hasilnya, petugas gabungan menemukan beberapa pekerja panti pijat yang tidak memiliki kartu identitas serta pemilik panti pijat yang tak dapat menunjukkan izin praktik dan hanya bermodal Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU).
Selain membawa pekerja panti pijat dan pemiliknya, petugas juga menyita kasur sebagai barang bukti dari kamar tempat transaksi PSK. “Sebagai barang bukti, kami mengangkut kasur dan lemari pakaian dalam kamar kos-kosan dan kafe yang ditengarai menjadi tempat prostitusi tersebut,” terang Kanit Pol PP Kecamatan Cileungsi, D Suryadi.
Ia meyakinkan pihaknya juga melakukan penyegelan terhadap bangunan yang tak berizin dengan diberi tanda silang merah. Selanjutnya itu akan ditindaklanjuti Pemkab Bogor, dalam hal ini Dinas PUPR dan Satpol PP Kabupaten Bogor.
Sementara itu, warga sekitar lokasi, Hermawan (35), mengatakan, panti pijat di Cileungsi beroperasi tak kenal waktu, karena buka 24 jam. “Panti pijat itu nggak punya jam operasi. Semuanya 24 jam. Itu cuma kedok panti pijat. Padahal, di dalamnya ada transaksi seks,” katanya.
Mirisnya lagi, ada sejumlah panti pijat yang bersebelahan dengan tempat ibadah, seperti masjid yang jaraknya hanya puluhan meter. “Itu jelas mengganggu kenyamanan beribadah. Sudah, bongkar saja,” ujarnya.(has/b/rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *