Panen 1.000 Ton, Jebol Pasar China dan Thailand

by -1 views

METROPOLITAN – Buah Manggis Raya merupakan karakteristik Kabupaten Bogor. Ter­dapat di sembilan kecamatan yang menghasilkan buah tropis tersebut. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hor­tikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor Siti Nurianty mengatakan, un­tuk total luas perkebunan buah mang­gis di distrik ini Siti menyinggung ada 600 hektare lahan perkebunan. Tiap sekali panen dapat menghasilkan se­jumlah 3.000 ton. “Untuk hasil panen buah manggis yang diekspor melulu kualitas bagus sebesar 1.000 ton. Ka­lau menurut keterangan dari saya 1.000 ton buah manggis yang dieskspor tersebut masih sedikit,” ungkapnya.

Siti menambahkan jumlah 600 hek­tare lahan perkebunan manggis di­kelola oleh para kumpulan tani yang dibina Dinas Tanaman Pangan, Hor­tikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor. Langkah pembinaan telah menjadi keharusan pemerintah guna memberikan pertolongan kepada semua petani di distrik Kabupaten Bogor khususnya. “Kami membangun tujuannya menambah pendapatan semua petani, tidak ada destinasi lain. Kita bina supaya hasil produk panen baik dan dipasarkan pun hasilnya baik,” ucapnya.

Ia menambahkan hasil khas bumi distrik Kabupaten Bogor di samping buah manggis pun ada jambu kristal, jambu merah, pepaya, pisang raja bulu kuning, nanas Bogor, nanas ma­hkota, buah pala, dan kopi. Selain tersebut juga untuk tumbuhan ada khas Kabupaten Bogor yaitu tumbu­han anggrek tanah dan tumbuhan aglaonema telah ekspor ke luar ne­geri yakni negara Belanda. “Untuk pisang raja bulu kuning ini memang karakteristik Kabupaten Bogor anda akan kembangkan lagi,” ucap dia.

Untuk penghasil bumi lainya laksa­na padi di distrik ini pada musim pa­nen padi menghasilkan 540 ribu ton. Hasil panen tersebut baru dapat men­cukupi 61 persen dari penduduk Ka­bupaten Bogor yang berjumlah 5,8 juta jiwa.

(dn/els)

Loading...