METROPOLITAN –  Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Bogor melaporkan perusakan Alat Peraga Kampa­nye (APK) salah satu calon anggota legislatif (caleg)-nya ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Pelaporan itu dilakukan karena spanduk caleg PBB ditutup spanduk caleg lain dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua DPC PBB Kota Bogor Sub­han Murtadla mengatakan, kasus penutupan banner caleg PBB itu di Jalan Ahmad Yani, Bogor Tengah, Kota Bogor. Berdasarkan pantauan, banner milik caleg DPRD Kota Bogor dari PBB Tegar Diokta Andias po­sisinya sudah tidak terpasang rapi. Kemudian tepat di depannya, ban­ner caleg PKS yang berisi tiga nama caleg yaitu untuk DPRD Jawa Barat H Iwan Suryawan, caleg DPR RI H Ecky Mucharam dan caleg DPRD Kota Bogor Hari Suratman terpasang menutupi banner caleg PBB. “Lo­kasinya di Jalan Ahmad Yani. Jadi posisinya banner caleg PBB ditutup banner caleg PKS. Kemudian tali pengikatnya sudah putus,” kata Sub­han kepada Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, jika dilihat dari kon­disi pemasangan, ada unsur ke­sengajaan untuk menutupi. PBB pun langsung melaporkan keja­dian itu ke Panwascam Bogor Tengah, kemarin. Subhan menje­laskan, banner milik PBB sudah terlebih dulu terpasang. Padahal, di tempat tersebut masih banyak ruang kosong yang bisa digunakan untuk memasang banner, tidak harus menutupi banner lain. “Pas ditengok kemarin ada banner yang menutupi dari caleg PKS. Padahal di lokasi itu masih banyak ruang kosong. Tapi pertanyaannya ke­napa dalam satu lokasi harus menutup banner kami. Itu yang kami sayangkan,” kesalnya.

Subhan berharap para caleg me­naati aturan yang ada dalam berde­mokrasi. Pelaporan ini menjadi ba­gian pembelajaran politik dan berde­mokrasi ke masyarakat. Jangan sam­pai partai politik justru memberi pembelajaran yang kurang baik. “Saling menghormati dan menghar­gai itu diutamakan untuk menjaga kondusivitas. Kami berharap ini dip­roses,” tandas Subhan.

Sementara itu, Komisioner Panwas­cam Bogor Tengah Andry Simorang­kir mengatakan, pelaporan PBB dite­rima pihaknya sekitar pukul 11:00 WIB kemarin. Poin laporan PBB adalah penggeseran dan penutupan APK miliknya oleh caleg PKS. “Yang dila­porkan PBB itu ada pemasangan APK milik caleg PKS yang diduga meng­geser dan menutupi APK caleg mi­liknya,” kata Andry.

Setelah laporan ini, Andry menga­ku akan memanggil kedua pihak untuk dimintai keterangan. Namun jika melihat lokasi pemasangan APK, keduanya juga dianggap bersalah lantaran memasang APK di tiang listrik. “Kami akan panggil keduanya untuk klarifikasi. Dua-duanya juga sebetulnya salah memasang APK di tiang listrik,” pungkasnya. (fin/c/els/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here