METROPOLITAN – Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor bakal menyulap seluruh pasar di Kota Hujan menjadi Pasar Tematik. Hal itu seperti diungkapkan Dirut PD PPJ, Muzakkir. Menurut dia, langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal dengan memetakan permasalahan dan so­lusi di 12 pasar Kota Bogor. Selain konsolidasi, identifikasi aset dan ser­tifikasi aset dari ketiga hal itu, direksi akan membuat business plan. “Lang­kah pertama yang akan diselesaikan terlebih dulu adalah internal agar solid dan satu visi serta satu misi,” katanya.

Setelah itu, sambung dia, berkomu­nikasi dengan dinas terkait dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Sebab, dalam Perda Penguasaan kawasan hanya dalam pasar, belum termasuk cakupan radius tertentu. Karena akan bersinggungan dengan dinas lain tertentu seperti Satpol PP dan Dinas Perhubungan. “Misalnya, komunikasi dengan dinas terkait da­lam mengatasi permasalahan Pedagang Kaki Lima (PKL), sementara banyak kios dan los dalam pasar yang masih kosong,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pasar retail ber­kembang pesat dan menjadi musuh besar bagi pasar tradisional. Salah satu key performance PD Pasar adalah deviden-nya kepada pemerintah. Pa­sar tradisional bukan saingan pasar modern, karena dalam perda dan peraturan pemerintah sudah diatur untuk pasar tradisional dan modern.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bo­gor, Usmar Hariman, menyampaikan, aspek leadership menjadi kunci dalam pembenahan pasar. Hasil audit sebe­lumnya menjelaskan aspek leadership sangat kurang di pasar.

“Kalau kata bahasa Pak Wali, di­reksi yang baru harus mampu mena­han desakan eksternal, penguasaan kawasan yang seharusnya dikelola pasar malah dikuasai kelompok atau oknum tertentu. PD Pasar juga harus mampu memperluas cakupan peng­elolaan pasar,” katanya.

Lalu, salah seorang pedagang Blok F Pasar Kebonkembang, Edi, mengu­capkan selamat kepada dirut. Dengan adanya kepemimpinan yang baru, diharapkan menjadi pasar yang bisa bersaing dengan pasar modern. “Di­reksi harus terjun ke lapangan, ke Blok F. Sebab, revitalisasi sudah tiga tahun mangkrak. Pedagang tak ingin ada pihak yang dirugikan,” katanya.

“Pungli di lapangan masih ada, par­kiran itu lahan basah. Kebersihan dikelola pihak ketiga juga koperasi. Sebab, orang ketiga menjadi raja baru di pasar. Pedagang menginginkan PD Pasar mengelola seluruh elemen di pasar, seperti kebersihan, keamanan, parkir dan lainnya,” pungkasnya.(*/ rez/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here