METROPOLITAN – Sebulan lebih, Satuan Reserse dan Kri­minal Polresta Bogor menanga­ni kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rezeki yang tewas dengan pisau menancap di dadanya. Namun hingga kini belum menemui titik terang ha­sil kerja keras Korps Bhayang­kara tersebut, meskipun sudah 29 saksi yang telah diperiksa.

Informasi yang dihimpun Met­ropolitan, tim pertama yang menangani penyelidikan kasus mendiang Noven dibubarkan dan diganti dengan tim baru yang konon lebih berkompeten dalam menyelesaikan teka teki kasus pembunan yang menimpa siswi cantik asal SMK Baranangsiang itu.

Sumber Metropolitan yang namanya enggan dikorankan menyebutkan, tim pertama yang berada di lapangan untuk men­gungkap kasus Noven resmi dibubarkan sekitar empat hari lalu. Hal itu lantaran tim dinilai tidak mampu mengungkap kasus tersebut. “Tim pertama dibubar­kan dan diganti dengan tim baru,” ujarnya kepada Metropolitan.

Empat belas petugas yang terdiri dari berbagai unsur sengaja diterjunkan untuk meng­gantikan tim pertama. Men­urutnya, kemampuan yang dimiliki dari 14 orang tersebut rata-rata juga ditopang sejum­lah perbekalan dan persiapan yang matang. “Tim yang baru ini terdiri dari unsur polda dan mabes,” katanya.

Tak hanya itu, markas tim penyelidikan kasus Noven dipu­satkan di Hotel Monalisa. “Jadi untuk kasus Noven ini semuanya tidak di polsek ataupun polres. Jadi ada seperti basecamp khu­sus sendiri,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoy­udo Wisnu Andiko membenar­kan adanya pergantian tim penyelidikan di lapangan dalam mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Hal itu lantaran tim lama yang dibentuk Polresta Bogor Kota tidak mampu mem­buahkan hasil.

“Ya tidak apa-apa namanya juga kerja tim bersama mabes. Lagi pula yang kerjanya kan ma­sih satu institusi, masih Polresta Bogor Kota. Kapolrestanya juga belum ganti,” cetusnya.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Truno itu masih enggan berkomentar banyak mengenai keterbaruan kasus pembunuhan tersebut. “Kalau soal itu mah teknis, saya ngurus kasusnya saja dan sampai saat ini belum ada perkembangan lagi. Coba tanya ke Polresta Bo­gor Kota,” kilahnya.

Terpisah, Wakapolsek Bogor Timur AKP Yuni Astuti juga mem­benarkan mengenai adanya markas khusus yang digunakan penyidik di salah satu hotel di Kota Hujan. Namun ketika di­desak mengenai kepastian nama hotel tersebut, Yuni enggan ber­komentar banyak. “Mereka ting­gal di suatu tempat, di salah satu hotel pokoknya,” ungkap Yuni.

(ogi/c/mam/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here