METROPOLITAN – Personel gabungan TNI dan Polri menggelar pelatihan bersama pengamanan pemilu legislatif dan presiden di Gudang Logistik KPU, Jalan Cemerlang, Kota Sukabumi, Jumat (14/2). Latihan itu melibatkan sedikitnya 600 personel TNI dan Polri. Dalam simulasi itu, puluhan massa simpatisan dari salah satu partai politik mendatangi kantor KPU Kota Sukabumi. Mereka memprotes hasil pileg dan pilpres yang dinilai mengecewakan.

Aksi yang awalnya damai tibatiba berujung ricuh. Para pedemo yang datang ternyata membawa balok kayu dan batu. Petugas pun memperingatkan massa agar tidak melakukan tindakan anarkis. Tetapi mereka tidak menggubris peringatan tersebut.

Aksi massa semakin panas dan beringas. Mereka mulai menyerang aparat keamanan dengan barang bawaannya. Tim pertama yang merupakan negosiator kemudian mundur berganti pasukan lapis kedua menahan laju pergerakan massa.

Tak terima langkahnya dihentikan, massa kemudian menyerang personel yang dilengkapi tameng dan tongkat pemukul. Massa pun terus memaksa masuk ke kantor KPU. Melihat situasi itu, lapis ketiga pengamanan muncul membawa peralatan gas air mata dan senjata berpeluru karet.

Pedemo semakin terdesak saat kendaraan water cannon datang ke lokasi dan langsung menyemprotkan air bertekanan tinggi. Semprotan air itu membuat para demonstran kocar-kacir berlarian. Petugas pun bergerak cepat mengamankan provokator penyerangan. Lalu tim medis bergerak menyelamatkan sejumlah pedemo yang terluka dan menariknya ke mobil ambulans untuk penanganan medis.

”Simulasi ini melibatkan 600 personel gabungan dari TNI dan Polres Sukabumi bersama Batalyon Armed 13 Nanggalai,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H Iyos Somantri.

Menurut Iyos, dalam skenario itu selain membubarkan massa, ada tim yang mengamankan kotak suara dan komisioner KPU untuk dibawa ke tempat yang aman.

Iyos berharap sinergitas antara TNI dengan Polri bagaimana dua kesatuan tersebut bisa bahu-membahu melakukan pengamanan-pengamanan yang diperlukan ketika aksi anarkis nantinya benar-benar terjadi.

”Sinergitas TNI-Polri dalam melakukan pengamanan aksi sangat penting. Tapi kita sama-sama berdoa semoga semua tahapan berjalan kondusif. Ini hanya bentuk antisipasi dan sejauh mana kesiapan personel menghadapi kejadian seperti ini,” ujarnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Kasmen Armed Kostrad II, Danyon Armed 13 Nanggala, Perwakilan Kapolresta dan Kapolres Sukabumi serta Perangkat Daerah Kota dan Kabupaten Sukabumi. (hms/ ade/feb/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here