METROPOLITAN – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Hanura yang mencalonkan diri kembali, Iswahyudi, terus bergerak menghadapi pemilihan legislatif (pileg) 2019. Ketua DPC Hanura Kabupaten Bogor itu bahkan telah memiliki tim yang siap bergerak ke akar rumput yang dinamakan Tim Lima.

Iswahyudi menjelaskan, Tim Lima merupakan tim pemenangan di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berjumlah lima orang. Mereka bertugas melakukan penda­taan dan sosialisasi untuk menarik hati pemilih. “Malam ini kami pengu­kuhan tim di Desa Klapanunggal, ada 56 TPS, per TPS itu lima orang. Me­reka ini yang bergerak melakukan pendataan, sosialisasi dan lainnya,” kata Iswahyudi kepada Metropolitan, kemarin.

Dalam praktiknya, Iswahyudi selalu menekankan agar Tim Lima tidak memaksa saat sosialisasi ke masyara­kat. Lelaki yang maju di Daerah Pe­milihan (Dapil) I ini selalu berpesan agar tim yang turun menggunakan cara-cara yang sopan. “Saya tekankan jangan sampai memaksa. Gunakan cara yang baik dan sopan,” tegasnya.

Selain itu, kegiatan Iswahyudi be­serta tim saat ini lebih cenderung ke aksi-aksi sosial seperti fogging dan lainnya. Menurutnya, langkah ini dila­kukan agar setiap kampanye ada hal bermanfaat yang langsung dirasakan masyarakat. “Sekarang kegiatannya cenderung ke kegiatan-kegiatan so­sial. Prioritas saat ini di Klapanunggal. Wilayah lain menyusul,” terang Iswa­hyudi.

Meski demikian, dirinya mengaku bukan tanpa kendala saat turun ke masyarakat. Namun, kendala-kenda­la tersebut masih bisa diatasi sehing­ga dirinya optimis bisa kembali lolos ke parlemen. Menurut Iswahyudi, Tim Lima yang dibentuknya belum ter­masuk mesin partai yang juga sudah mulai bergerak. “Kendala ada saja, tapi sejauh ini masih bisa diatasi. Tim ini belum termasuk mesin partai. Yang sudah lengkap di Klapanunggal, ke­camatan lain menyusul. Memang tidak akan bisa dimaksimalkan di semua kecamatan, minimal kita punya basis yang jelas,” yakinnya.

Di pileg 2019, Iswahyudi menarget­kan Partai Hanura minimal mampu meraih kursi minimal satu fraksi. “Pa­ling minimal empat kursi lah,” pung­kas Iswahyudi. (fin/b/els/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here