METROPOLITAN – Bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampung Cidahugirang, RT 05/01, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, hingga kini belum bisa difungsikan. Sementara itu, fasilitas yang sudah berusia hampir dua tahun tersebut dibangun dengan dana ratusan juta.

Pengerjaan proyek IPAL itu didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2017 senilai Rp400 juta. Rencananya, IPAL difungsikan untuk sanitasi pengolahan air limbah terpusat skala komunal domestik beserta saluran rumah (pipanisasi, red). “Mau bisa difungsikan gimana, saluran pipa ke rumah warga juga belum ada pemasangan,” kata warga penerima manfaat, Mustofa (51).

Saat ini, lanjut Mustofa, bangunan IPAL terkesan tidak terpelihara. Warga menilai proyek tersebut mubazir. ”Dari mulai pembangunan hingga kini usianya sekitar satu tahun enam bulan. Sampai bangunan juga tidak terpelihara,” ujarnya. ”Bangunan sudah selesai, cuma pipa belum dipasang. Kalau dibiarkan terus, kemungkinan bangunan tidak terpelihara dan cepat rusak. Proyek tersebut mubazir,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Wilayah Jampangkulon dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi, Dayat Abdurrahman, menjelaskan bahwa pembangunan IPAL itu ditangani Bidang Cipta Karya. Ia menilai pengelolaan IPAL itu seharusnya dilakukan swadaya masyarakat. (su/rez/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here