Target Sejahterakan Yatim Lewat Warung Yakin

by -2 views

METROPOLITAN – Lukmanudin Ar Rasyid pada saat ini masih aktif sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Bogor. Sebagai seorang yang sudah malang melintang di dunia organisasi selama 18 tahun. Bapak dari dua orang anak perempuan ini berkeinginan dapat mensejahterakan anak yatim melalui program unggulannya yaitu Warung Yatim. Disela-sela waktu santainya bersama keluarga, Harian Metropolitan berhasil mewawancarai calon Anggota Legislatif DPRD Kabupaten Bogor 2019 yang juga suami dari R. Indriati Sudirman. Berikut petikan beberapa wawancara kami:

Sejak kapan Anda berkecimpung di dunia organisasi dan politik?

Aktif di dunia organisasi sejak tahun 2000. Saya mengawali sebagai Ketua IPNU Kecamatan Leuwiliang hingga sampai hari ini dipercaya sebagai Ketua HPN dan Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia Kabupaten Bogor.

Apa alasan Anda mau berkecimpung di dua dunia ini?

Saya sangat meyakini bahwa hanya dengan berorganisasilah saya dapat membuka jaringan yang lebih luas, bersilaturahmi dan komunikasi dengan banyak orang. Karena, saya memaknai keaktifan di dunia orga­nisasi adalah hal yang baik untuk membuka konektivitas dengan berbagai kepentingan. Saya sadar betul bahwa saya bagian dari masyarakat kecil yang terlahir bukan dari piring emas. Maka, jaringan silaturahmi saya harus diperluas dan dibangun terus dengan berbagai pihak.

Bagaimana dengan parpol?

Alasannya, karena kita tahu parpol ini salah satu faktor yang menentukan perjuangan kita mewujudkan harapan-harapan yang dimiliki masyarakat. Maka, itu juga alasan saya kenapa mau turun ke parpol dan memberanikan diri maju sebagai caleg. Dengan harapan apa yang selama ini kita cita-citakan dan perjuangkan untuk masyarakat bisa diperjuangkan di parlemen, dalam hal ini membuat kebijakan yang pro rakyat.

Perjuangan seperti apa yang ingin Anda wujudkan?

Ada dua hal yang ingin saya per­juangkan dengan keaktifan saya di organisasi dan dunia politik. Yaitu, kaitan ekonomi masyarakat dan kea­gamaan. Untuk ekonomi masyarakat, dengan amanat yang diberikan para kiyai-kiyai yang ada di NU, memilih saya menjadi Ketua HPN Kabupaten Bogor, saya ingin membuat suatu kebi­jakan atau regulasi yang bisa memper­juangkan dan mendorong anggaran lebih terhadap sektor pelaku ekonomi atau UMKM agar dapat berkembang.

Bagaimana dengan keagamaan?

Sedangkan untuk keagamaannya, saya menggagas kepentingan dasar yang harus di wujudkan. Yakni, mendorong dan menggalakan lagi gerakan tradisi silaturahmi, kebudayaan hingga ke-NU-an yang harus disuarakan kembali di masyarakat. Sehingga tumbuh kesada­ran-kesadaran secara kolektif di masy­arakat, bahwa apa-apa yang baik dalam peninggalan-peninggalan pada masa lalu harus dapat tetap dilaksanakan dan dilestarikan.

Adakah yang lainnya?

Sudah lama saya mendambakan un­tuk dapat mewujudkan cita-cita lama yaitu memperjuangkan pemberdayaan anak-anak yatim sehingga bisa men­jadi pengusaha handal. Yakni, dengan cara mewujudkan program Warung Yatim di Kabupaten Bogor. Program ini untuk mendorong para anak yatim mau mulai berusaha secara mandiri. Nanti, untuk teknisnya sedang di diskusikan dan rumuskan konsepnya. Yang pasti, penghasilan dari warung ini untuk me­menuhi kebutuhan atau mensejah­terakan anak-anak yatim itu sendiri.

Termasuk, karena saya terlahir dari kelu­arga NU. Tentunya saya ingin merealisa­sikan kepedulian terhadap pondok pe­santren, guru madrasah hingga majelis taklim. Tujuannya, dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi mereka.

Terakhir, fokus Anda saat ini seper­ti apa?

Hari ini saya bersama tim Sobat Luk­manudin Ar Rasyid (Solid) terus berju­ang dan mudah-mudahan perjuangan hari ini Allah takdirkan saya dilantik menjadi anggota dewan. Karena, mim­pi yang ingin kita bangun akan hanya menjadi angan-angan jika saya tidak duduk di parlemen. Artinya, apa yang selama ini ditargetkan untuk diperju­angkan akan menjadi bias.(rez)