Usmar Akui Program Rerouting Mandek

by -0 views

METROPOLITAN – Masa jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Usmar Hariman, tinggal sebu­lan lagi. Namun masih ada sejumlah program di bawah kepemimpinan mereka yang belum tuntas. Salah satunya rerouting (perubahan rute trayek, red) dan konversi ang­kot. Program rerouting yang di dalamnya terdapat konversi angkot di TPK 4 sampai awal 2019 masih belum jelas. Sejak mandek pada 2018, dishub masih belum bisa memastikan kapan program yang masuk dalam enam skala prioritas ini akan berjalan.

Menanggapi hal tersebut, Usmar membenarkan jika pro­gram rerouting yang masuk enam skala prioritas belum terlaksana. Ia berharap program ini mampu berjalan dengan baik di kepemimpinan sela­njutnya. “Semua tahapan harus terkondisikan. Mulai dari pro­gram sif angkot, badan hukum angkot, nonperemajaan angkot, rerouting angkot/trayek dan kesatuan program yang terin­tegrasi,” ujarnya.

Menurut dia, ketegasan Dis­hub Kota Bogor juga menjadi pertanyaan terkait mandeknya program tersebut. Apalagi dengan adanya penolakan so­pir angkot dari Ciawi. Ada be­berapa cara untuk menang­gulangi masalah ini tanpa bergantung program konversi yang mangkrak.

Terpisah, Kabid Angkutan Dishub Kota Bogor, Jimmy Hu­tapea, menyampaikan awal tahun ini belum ada per­kembangan. Meskipun sudah melakukan beberapa kali me­diasi, tetap buntu alias deadlock. ”Kita terus melakukan pende­katan dengan stakeholder ter­kait. Kalau semua mendukung, kita coba mendorong badan hukum yang siap menjalankan TPK4,” pungkasnya. (ads/c/ yok/py)