METROPOLITAN – Warga Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, nampaknya tak tahan lagi dengan kelakuan galian C ilegal di wilayahnya. Selain mengancam situs bersejarah yang selama ini menjadi simbol peninggalan leluhur, para penambang batu liar ini berani menyewa jasa preman untuk merespons keberatan warga.

Seperti yang terjadi di Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor. “Sejak awal keberadaan mereka mendapat penolakan dari masyarakat. Tapi, penambang tetap memaksakan diri menggali batu di atas bukit Gunungputri yang selama ini menjadi penyeimbang ekosistem bagi warga yang tinggal di sekitar bukit,” kata Kepala Dusun setempat, Suhe.

Atas perilaku yang dibuat pelaku penambang, warga berinisiatif mengumpulkan tanda tangan di atas surat pernyataan sebagai bentuk penolakan yang akan disampaikan kepada Bupati Bogor, Ade Yasin.

“Banyak alasan warga Desa Gunungputri, RT 02/08, membuat surat pernyataan penolakan galian batu serta cut and fill. Bukan hanya izin yang belum, tapi alasan paling mendasar yakni dampak lingkungan serta adanya situs yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi warga,” katanya.

“Di Gunungputri itu ada nilai budaya dan sejarah leluhurnya. Dari situs keramat Eyang Mbah Jago yang dipercaya warga sekitar, bahkan masyarakat dari luar Jawa kerap mengunjunginya. Warga juga mengkhawatirkan dampak galian batu tersebut bisa menyebabkan longsor, banjir dan erosi tanah. Makanya warga sepakat menolak tanpa syarat apa pun,” tambahnya. (has/b/rez/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here