METROPOLITAN – Asisten Umum Pe­merintah Kota Bogor Achsin Prasetyo mem­buka secara resmi Pendidikan dan Pelati­han Kepemimpinan (Diklatpim) IV di Hotel Bahtera, Cipayung, Kabupaten Bogor, Rabu (13/3). Dalam acara yang diikuti 30 aparatur sipil negara (ASN) golongan III itu akan berlangsung hingga Juli 2019.

Achsin mengatakan, Dik­latpim bertujuan untuk men­capai persyaratan kompetensi kepemimpinan aparatur pe­merintah sesuai jabatan struk­tural eselon IV. Selain itu, di­harapkan mampu memiliki kesamaan pola pikir yang dina­mis dan bernalar agar memi­liki wawasan pengetahuan yang komprehensif.

“Yang paling penting adalah memiliki semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan prima dan pengembangan par­tisipasi masyarakat. Jadi, pe­serta harus ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya karena akan menjadi bekal kita dalam menjalani proses belajar menga­jar untuk membentuk mentali­tas kepemimpinan yang inova­tif, memiliki wawasan kedepan, mengolah kemampuan agar memiliki kompetensi kepemim­pinan operasional. Bangun komunikasi dan kerjasama yang kompak secara intensif,” ujar Achsin.

Ia menambahkan, secara umum masih ada sekitar 200 pejabat eselon IV di Lingkungan Pemerintah Kota Bogor yang belum mengikuti Diklatpim IV.

Dalam kesempatan tersebut turut hadirKepala Bidang Peng­embangan Kompetensi Mana­jerial pada Badan Peng­embangan Sumber Daya Ma­nusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat Budi Hendrawan.

Budi menyatakan, kedepan tidak ada lagi istilah diklat namun diganti dengan pela­tihan. Untuk kegiatan yang sifatnya pengembangan kom­petensi manajerial, sesuai UU No.5/2014 dan PP No.11/2017 tentang manajemen ASN, ba­hasanya diganti menjadi Peng­embangan Kompetensi (PK).

“Dalam pasal 70 undang-undang ASN dikatakan, peng­embangan kompetensi terdiri atas 11 cara yang salah satunya melalui Diklat,” bebernya.

Ia menjelaskan, 2019 Lem­baga Administrasi Negara (LAN) sudah merevisi aturan Kepala LAN No.18/2015 tentang Dik­latpim II dengan Peraturan Kepala LAN RI No.2/2019, yang akan segera muncul dan me­revisi perda No.19 dan 20 ten­tang diklatpim III dan IV.

“Perbedaannya adalah kedepan akan diperbanyak pelatihan yang bersifat non klasikal, selain proyek perubahan ada penam­bahan berupa penilaian aspek perilaku, perumusan rencana strategis yang diimplementasikan pada instansinya,” jelas Budi.

Di negara-negara maju, kata dia, pelatihan yang dilaksana­kan tidak mengganggu jam kerja, artinya mengikuti pela­tihan bisa dilakukan sambil bekerja. “Ini bukan hal yang baru, misalnya pola pendidikan jarak jauh pada Universitas Terbuka (UT), ini akan dia­dopsi oleh LAN,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris BK­PSDA Kota Bogor, Dani Rahar­dian, menuturkan 30 peserta yang mengikuti diklatpim IV terdiri atas 5 orang dari badan, 8 dari dinas, 2 dari satpol PP, 3 dari Setdakot dan 2 dari Setwan. Ini, lanjut Dani, sesuai dengan kebijakan yang diutarakan Se­kretaris Daerah Kota Bogor yang pada 2019 diklatpim IV hanya dilaksanakan satu angkatan, dikarenakan lamanya jabatan di eselon IV yang dijalani para peserta.

“Pelaksanaan Diklatpim IV di mulai 12 Maret hingga 24 Juli 2019. Untuk kurikulum disusun 5 tahapan dalam 20 materi. Metode disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai program diklatpim IV,” terang Dani.(*/yok)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here