Ada 42 WNA di Sukabumi Kantongi KTP-el

by -

METROPOLITAN – Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi menyebut jumlah pemegang Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) Warga Negara Asing (WNA) wilayah Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Kota Sukabumi, berjumlah 134 WNA. Namun dari jumlah 134 tersebut, hanya 42 WNA yang sudah memiliki KTP-el.

”Ke-42 itu tersebar di tiga wilayah. Untuk Kabupaten Sukabumi dari 51 pemegang KITAP, yang sudah memiliki ada 16. Di Kabupaten Cianjur dari 65 pemegang KITAP, hanya 17 yang sudah memiliki elektronik. Kota Sukabumi dari 18 yang sudah memiliki KTP-el sembilan orang,” aku Kasi Intelijen Penindakan Keimigrasian 2006 Administrasi Kependudukan yang berbunyi orang asing pemegang KITAP yang sudah berusia 17 tahun atau sudah pernah menikah maka wajib memiliki KTP-el. ”Sehingga bagi yang belum berusia 17 tahun atau belum menikah, anak dari orang asing tersebut maka tidak wajib memiliki KTP-el. Makanya dari 134 hanya 42 yang punya,” jelasnya.

Arif menjelaskan, jika diklasifikasikan menurut tujuan dari 134 tersebut, didominasi pemegang KITAP bagi subjek orang asing penyatuan keluarga. ”Jadi dari 134 orang itu, 101 orang nya adalah penyatuan keluarga,” ungkapnya.

Dari 134 tersebut menurutnya berasal dari berbagai negara. Namun yang terbanyak yakni China 32 orang, Korea Selatan 21 orang, Arab Saudi sembilan, Pakistan tujuh, Belanda enam, Australia lima, Bangladesh lima, Amerika Setikat empat, Jerman tiga.

Arif juga memastikan hingga Februari akhir 2019 ini, tidak ada WNA yang tidak terdaftar di Imigrasi Sukabumi Kelas II B dan semuanya legal. ”Bahasa yang tidak terdaftar, menurut saya tidak ada. Semua yang masuk ke Indonesia legal. Kemudian dia melakukan kegiatan yang menjadi ilegal itu lain cerita,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi bagaimana solusi yang dilakukan untuk mencegah hal-hal di atas bisa dihindari, Arif menyebutkan bahwa isu yang hari ini tengah hangat tidak ada yang salah. Namun perlu masyarakat ketahui bahwa orang asing bisa memiliki KTP-el yakni dengan memenuhi persyaratan yang sudah disebutkan di atas.

Bahkan itu kewajiban yang diamanatkan UU Administrasi Kependudukan. “Karena mungkin sekarang kita banyak yang belum tersosialisasi sehingga pada kaget, jadi kejadian ini bukan sesuatu hal luar biasa. Karena sejak UU 23 2006 itu sudah ada, namun bentuknya berbeda,” jelasnya.

Sementara itu, Disdukcapil Kabupaten Sukabumi membenarkan ada 16 WNA Kabupaten Sukabumi yang telah tercatat memiliki KTP-el sebagai Warga Negara Indonesia. Dirinya mengingatkan bagi WNA yang sudah memiliki KITAP secepatnya untuk mendaftarkan diri ke Disdukcapil untuk dilakukan perekaman, untuk perpanjangan KTP-el-nya pun akan habis sampai izin tinggal habis. ”Kewajiban penduduk harus melaporkan ketika mereka sudah memiliki izin tinggal tetap,” ungkapnya. (dna/ade/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *