Andalkan Paraji, Kematian Bayi Tinggi

by -2 views

METROPOLITAN – Jasinga Kasus kematian ibu dan anak di Kecamatan Jasinga cukup tinggi. Di awal tahun saja, sudah ada dua kasus bayi meninggal. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor pun minta peran bidan desa dan puskesmas di Bogor bagian Barat ditingkatkan. Hal ini lantaran masih tingginya peran paraji (dukun beranak, red). Warga Jasinga masih banyak yang percaya dengan peran paraji untuk konsultasi tentang kehamilan mereka dibanding ke bidan atau puskesmas setempat.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Bogor, Dede Agung, mengatakan, pendekatan aksesibilitas puskesmas ke warga harus ditingkatkan. ”Bidan harus aktif. Bidan harus tinggal di tempat, kemudian harus tahu pemetaan risiko ibu hamil di wilayah kerjanya,” katanya.

Dede menambahkan, tugas bidan harus mendatangi langsung ke rumah ibu hamil. Puskesmas dan bidan harus banyak memberikan informasi terkait pembiayaan soal kesehatan ibu dan anak yang sedang dikandungnya. “Bagi yang tidak mampu, khusus ibu hamil, segera melapor ke desa maupun puskesmas agar bisa didata dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Nantinya jaminan pembiayaannya dialihkan ke jaminan persalinan (jampersal),” tambahnya.

Dede tak memungkiri bahwa selama ini warga masih percaya peran paraji. Secara sosial, paraji masih memiliki status tinggi di mata masyarakat. Tapi, peran paraji tak bisa dijerat dalam undang-undang pelayanan. Untuk itu, ia berharap paraji sudah ditinggalkan untuk pelayanan medis. Paraji bisa dimanfaatkan sebagai peran pendukung, seperti memandikan bayi. “Tetap pelayanan diakses ke bidan dan puskesmas untuk urusan medisnya. Warga juga harus diberikan pemahaman ada kelas IBU, bidan desa membentuk kelompok diberikan pengetahuan dan kunjungan dokter spesialis harus berjalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jasinga, Noor Alya, menjelaskan, puskesmas terus melakukan upaya untuk menurunkan kematian dengan kunjungan ibu hamil, kelas ibu dan pembinaan dengan paraji. “Artinya, upaya sudah dilakukan dan akan mengevaluasi agar kasus itu jangan sampai terjadi. Minimal mampu mengurangi jumlahnya,” pungkasnya. (nal/rb/els/py)