METROPOLITAN – Calon wakil presiden nomorurut 01, Ma’ruf Amin, mengaku  kini lebih banyak meluangkan waktu untuk membaca buku dan kitab klasik jelang debat ketiga yang akan dilaksanakan pada 17 Maret 2019. Selain banyak membaca buku-buku, Kiai Ma’ruf juga lebih banyak berdiskusi tentang isu terkini bersama tim debat.

Karena kesibukannya itu, Ma’ruf tak memiliki agenda menerima tamu atau menghadiri kegiatan di luar daerah, hingga perhelatan debat nanti. “Menjelang debat, selain saya mendengarkaninformasi dari para pengambil keputusan, pelaksana teknis dan para akademisi, saya juga membaca tulisan (buku dan artikel, red), komentar (di media, red). Saya juga memperbanyak baca kitab klasik,” ujar Ma’ruf.

Dikenal sebagai seorang yang mumpuni dalam mengulik teori fiqih dan ushul fiqh yang kemudian, sehingga Ma’ruf Amin akan mengombinasikan konsep-konsep secara teknis dengan pemikiran-pemikiran sebagai seorang ulama. “(Dalam debat nanti, red) saya juga akan mengombinasikan pemikiran yang secara konsep, (dengan pelaksanaan, red) secara teknis dan juga pandangan-pandangan ulama yang sangat filosofis,” katanya.

Selain itu, lanjut Ma’ruf, dalam kitab juga banyak isu kekinian yang sebetulnya sudah dibahas para ulama klasik. Karena itu ia hanya menyesuaikan dengan konteks yang terjadi saat ini dan dikomparasikan dengan teori para sosiolog, antropolog, ekonom, ahli kesehatan serta penelitian mutakhir. “Dalam kitab juga banyak sumber-sumber yang bisa dijadikan rujukan. Juga paradigma-paradigma, mabadi’-mabadi’ yang menurut saya penting untuk jadi landasan berpikir,” terangnya. (okz/els/run)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here