METROPOLITAN – PARUNG – SDN Waru 03, Desa Warujaya, Kecamatan Parung, terancam tidak memiliki akses jalan masuk bagi siswa dan guru. Hingga saat ini, bangunan sekolah tersebut merupakan bangunan kedua yang tidak memiliki tanah. Sementara tanah yang milik pribadi warga dan selebihnya sudah milik pengembang perumahan yang terpahat tembok beton. ”Lokasi kelas unit dua terancam tidak memiliki akses masuk lantaran terhalang komplek perumahan dan lahan warga,” kata guru SDN Waru 03, Harun.

Dia menambahkan, di unit gedung dua termasuk rombongan belajar dengan 120 anak dari tingkat kelas V dan VI. Kondisi belajar ini sangat menantang. Kegiatan belajar mengajar. “Sambil mengambil tanah, papan nama sekolah saja sudah berhadapan langsung dengan dinding komplek perumahan,” katanya.

Sementara itu, Kades Warujaya, Udin Syamsudin, membenarkan keberadaan sekolah yang tidak memiliki akses jalan masuk tersebut. Dia sudah mendapat laporan dari pihak sekolah dan UPT Pendidikan serta telah mengupayakan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kecamatan Parung dan SKPD terkait di Pemkab Bogor. ”Kami sudah sama-sama mendorong pengajuan pembelian lewat musrenbang. Karena akses masuk ke sekolah saat ini menggunakan jalur alternatif melalui tanah milik warga. ”

Sementara itu, Camat Parung Daswara Sulanjana menambahkan, sejak 1970-an saat sekolah bernama Inpres, akses masuk jalan ke sekolah tersebut luput dari perhatian dan terabaikan.

(khr / b / els / py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here