JAYAPURA – Banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua telah menelan 112 korban jiwa. Selain itu, lebih dari 11 ribu warga masih mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengucurkan dana penanganan darurat sebesar Rp1,5 miliar yang disebar ke daerah terdampak banjir bandang Sentani.

“Tercatat 112 meninggal dunia. Rinciannya di Kabupaten Jayapura 105 orang dan Kota Jayapura tujuh orang meninggal,” ujar Kapusdatinmas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (22/3/2019).

Selain itu, sebanyak 107 orang luka berat, 808 orang luka ringan, dan 94 orang hilang. Sementara 11.556 jiwa dari 3.011 KK mengungsi di 28 titik pengungsian.

Di samping korban jiwa, dampak kerusakan bencana alam tersebut yakni 375 rumah rusak berat, empat jembatan rusak berat, lima tempat ibadah rusak berat, delapan sekolah rusak berat, 104 ruko rusak berat, serta satu pasar rusak berat.

Sutopo menjelaskan, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3/2019) lalu itu disebabkan oleh hujan deras di wilayah pegunungan Cycloops yang sudah gundul sehingga mengakibatkan banjir bandang di wilayah Kabupaten Jayapura dan sekitarnya.

Adapun untuk penanganan, Sutopo mengatakan BNPB telah menyalurkan dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat sebesar Rp 1,5 miliar.

Dengan rincian yaitu BPBD Provinsi Papua Rp 250 juta, BPBD Kota Jayapura Rp 250 juta, dan BPBD Kabupaten Jayapura Rp 1 miliar.

Pemerintah daerah yang berwenang telah mengambil kebijakan untuk menangani bencana tersebut. Adapun masa tanggap darurat ditetapkan paling lama selama dua minggu pascakejadian.

“Gubernur Papua telah menetapkan status siaga darurat selama tujuh hari, Bupati Jayapura telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, Wali Kota Jayapura telah menetapkan status siaga darurat selama tujuh hari,” terang dia.

Sumber : Pojoksatu

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here