Bayar Pajak Pakai Sampah Plastik

by -

METROPOLITAN – Bingung nggak punya uang untuk bayar pajak kendaraan? Eits, jangan khawatir. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan kantor Samsat Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi punya inovasi baru bagi wajib pajak. Tak perlu membawa uang tunai, wajib pajak cukup membawa sampah plastik untuk disetorkan.

Dalam waktu dekat, Bapenda Jabar akan memberlakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor menggunakan sampah plastik. Kepala Seksi Pentag P3D Tata T Achirusaat mengatakan, inovasi itu bertujuan memudahkan wajib pajak yang kesulitan uang.

“Kami membuat terobosan dan inovasi sambil beribadah membantu masalah yang dihadapi para wajib pajak di tengah kelesuan ekonomi masyarakat, khususnya para wajib pajak kendaraan bermotor,” kata Tata.

Menurutnya, dengan membawa sampah plastik bekas minuman mineral, permasalahan beban pajak bisa teratasi. “Kita sedang melaksanakan uji coba di intern P3D Wilayah Sukabumi II Palabuhanratu,” ujar Tata.

Caranya, jelas Tata, wajib pajak cukup membawa sampah botol plastik ke P3D Wilayah Kabupaten Sukabumi II Palabuhanratu. Kemudian sampah plastik yang terkumpul di P3D dijual ke pengepul. Sedangkan uang dari hasil sampah plastik itu akan masuk ke tabungan Tapak.

“Misalkan harga satu kilogram botol plastik Rp2.000. Uangnya nanti oleh petugas dari P3D langsung dimasukin ke tabungan Tapak. Dan selama satu tahun ke depan kalau wajib pajak rajin membawa sampah plastik, dikilo di P3D. Hasil kiloannya diserahkan ke wajib pajak dalam bentuk tabungan,”jelasnya.

Tata menuturkan, inovasi itu merupakan sebuah terobosan P3D untuk memudahkan serta meringankan beban masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. “Pembayaran dengan cara ini diharapkan efektif serta meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak kendaraan bermotornya. Karena tidak dalam bentuk menggunakan uang tunai langsung, melainkan dengan sampah,” pungkasnya.

Menanggapi inovasi cerdas dan peduli lingkungan itu, salah seorang wajib pajak asal Kampung Panyairan, Palabuhanratu, Ahda Marcel, menyambut baik. “Kami sangat mendukung inovasi yang sangat bijak dan sangat membantu terhadap kesulitan warga wajib pajak,”ungkapnya.

Dukungan senada disampaikan Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi Denis Eriska, yang juga menyambut baik. “Kami punya banyak program terkait permasalahan sampah dan penanganannya,” sebutnya.

Inovasi itu sangat briliankarena menawarkan sebuah solusi konkret terhadap permasalahan yang dihadapi para wajib pajak, sekaligus upaya peduli lingkungan. (sop/ade/feb/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *