METROPOLITAN – Kasus bunuh diri di Kabupaten Bogor semakin mengkhawatirkan. Dalam sehari ada dua pria yang nekat yang melakukan gantung diri (gandir) di Bumi Tegar Beriman. Yakni di pinggir jalan Tol Jagorawi Km 31/800 arah Bogor, tepatnya di RT 01/06, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup dan Kampung Cibinong, Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas, kemarin.

Warga sempat disulitkan saat akan mengevakuasi jenazah tanpa identitas di RT 01/06, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup. Lokasi yang berdampingan dengan jalan tol membuat Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak terlihat. Warga mesti memanjat tembok beton yang menjadi pembatas antara jalan gang warga dengan jalur hijau jalan tol.

Menurut warga sekitar, Bonar (60), kejadian itu bermula ketika petugas kebersihan tengah bertugas di jalur hijau jalan tol. Saksi kaget saat melihat seorang pria tak bernyawa dengan leher terlilit tali ke dahan pohon, tak jauh dari jalan gang warga. “Sekitar jam empat sore tadi (kemarin, red) lah ditemukannya. Langsung diamankan polisi. Kalau warga sih nggak ada yang kenal itu siapa. Mungkin pengamen atau pemulung,” katanya saat ditemui Metropolitan di lokasi kejadian.

Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Citeureup Iptu Herman mengatakan, korban ditemukan sudah dalam posisi tergantung di pohon yang ada di pinggir jalan tol. Saat ditemukan, posisi kaki korban memang sudah menyentuh tanah. Bukan karena dahan atau ranting yang tidak kuat, melainkan korban gantung diri itu diduga sudah meregang nyawa sejak 12 jam sebelum ditemukan.

“Tanda-tanda dari orang gantung diri, jika lebih dari 12 jam itu dia melar. Otomatis itu turun rantingnya dan (kakinya, red) menyentuh tanah. Selain itu juga kami lihat dari kondisi jantungnya,” katanya kepada awak media di kantor Polsek Citeureup.

Tim Inafis Polres pun sudah melakukan pemeriksaan luar badan. Hasilnya tidak ditemukan bekas luka lebam atau bekas tanda kekerasan. Sehingga dugaan sementara, mayat tanpa identitas itu memang sengaja menghabisi nyawanya sendiri dengan menggantungkan diri di pohon dekat jalan tol.

“Tidak ada identitas yang melekat pada diri korban. Usianya sih sekitar 40 tahunan. Tinggi 160 sentimeter, kulit gelap, rambut lurus agak panjang. Melihat barang bukti yang kami temukan, selain kaus hitam dan celana jeans, ada botol-botol bekas. Perkiraan dia itu ya pemulung,” ucapnya.

Korban sempat dibawa ke Polsek Citeureup untuk dilakukan pemeriksaan, untuk kemudian dibawa ke RSUD Ciawi sembari menunggu informasi kerabat atau warga yang kehilangan sanak keluarganya. “Jika ada yang mengetahui ciri-cirinya, diarahkan ke RSUD Ciawi,” ujarnya.

Di tempat lain, gara-gara terlilit utang ke tetangga, Asep Sukandar (56), warga Kampung Cibinong, Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas, nekat gantung diri di rumahnya sekitar pukul 00:00 WIB, kemarin.

Kapolsek Ciomas Kompol Wahyu Wiyadi mengatakan, korban ditemukan pertama kali oleh istrinya dengan keadaan sudah tidak bernyawa, dengan posisi tergantung pada seutas tali kain sablon yang dikaitkan ke pintu kamarnya. “Saat masuk kamar, istri korban mendapati suaminya sudah terbujur kaku meninggal dunia dengan posisi tergantung dan seutas tali terlihat melilit di leher korban,” katanya.

Menurut keterangan sang istri, sambung Wahyu, korban mengakhiri hidupnya karena terlilit utang ke tetangga sebesar Rp5 juta. Sebelumnya, korban juga diketahui pernah melakukan percobaan bunuh diri namun gagal karena selalu ketahuan pihak keluarga. “Korban murni meninggal karena bunuh diri. Oleh pihak keluarga, jasad korban langsung dimakamkan,” tutupnya.

(ryn/ads/c/rez/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here