Guru di Bogor Protes Aturan Jam Kerja

by -3 views

METROPOLITAN — Sejumlah guru di Kota Bogor mengeluhkan terbitnya Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017. Pe­raturan itu mewajibkan guru berada di sekolah 40 jam per minggu.

“Dalam Permendikbud itu ditekankan di mana guru punya beban kerja 40 jam seminggu yang terbagi lima hari kerja. Dengan kewajiban itu, maka beban kerja guru tak sekadar tatap muka dengan murid, tapi juga dengan seluruh kom­ponen kerja terkait profesinya sebagai guru” ujar seorang guru yang namanya enggan disebutkan.

Menurut dia, aturan itu justru mem­batasi ruang gerak para guru. Sebab, setiap hari guru berkutat pada persoa­lan administrasi sekolah. “Waktu kami bersosialisasi di luar lingkungan seko­lah jadi berkurang. Padahal itu juga penting menambah pengetahuan dan pengalaman kita,” bebernya.

Lalu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor, Basuki, mengaku baru mengetahui adanya kelu­han para guru. Saat pidato HUT PGRI di Sentul, presiden justru menganjurkan menteri pendidikan agar beban guru yang bersifat administrasi itu dikurangi. “Saya malah baru dengar. Ini masukan untuk kami. Kami akan mengadakan pertemuan untuk membahas permasa­lahan ini,” tegasnya.(ber/ ar/feb/py)