Ini Cara Dinsos Tangani PMKS Bogor

by -

METROPOLITAN – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor memiliki sejumlah terobosan untuk menangani persoalan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Bogor. Salah satunya dengan menjangkau dan menjaring secara rutin penyandang PMKS. Termasuk memberikan pendidikan dan pelatihan tiga sampai enam bulan agar mereka tak kembali menjadi PMKS.

“Ini kegiatan rutin yang kami lakukan setiap bulan,” terang Kepala Dinsos Kota Bogor, Azrin Syamsudin. Tak sampai di situ, sambung Azrin, pihaknya juga sudah melakukan beberapa kegiatan, seperti pemberdayaan keluarga miskin, berdayakan lanjut usia (lansia) serta pemberdayaan penyandang disabilitas. Selain itu, tahun ini pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi data agar sesuai nama dan alamat. “Setiap hari kami bersama aparatur wilayah melakukan pendataan,” ujarnya.

Azrin melanjutkan, pihaknya juga akan melakukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor untuk memberikan pemahaman kepada siswa agar tak mudah memberikan sedekah kepada anak jalanan serta gelandangan dan pengemis (anjal gepeng). Selain membuat anjal dan gepeng makin manja, akan lebih baik disalurkan melalui lembaga resmi yang mengurus sedekah. “Ini juga masuk dalam sosialisasi Perda Nomor 8 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial,” imbuhnya.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Bogor, sambung Azrin, akan dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan. Sebab, anjal dan gepeng tidak bisa dididik secara pendidikan formal. Ini suatu keharusan, namun masih dibicarakan dan dikoordinasikan. Untuk tahap awal, dinsos akan melakukan pemetaan PKBM di Kota Bogor. “Karena bagaimanapun yang punya kewenangan terkait PKBM adalah Dinas Pendidikan,” bebernya.

Bagi anak jalanan yang terkena razia, sambung dia, dinsos akan mengajak pejabat Eselon II dan III di lingkungan Pemkot Bogor bersedia menjadi bapak angkat bagi satu atau dua anak jalanan.

Bahkan, saat ini Dinsos Kota Bogor bekerja sama dengan panti yayasan yang jumlahnya mencapai 84 panti untuk menampung lansia maupun anak dan orang terlantar. “Ini sedang kami galakkan sekarang,” ujarnya.(*/ rez/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *