JAKARTA – Carles Puyol adalah sosok legendaris Barcelona. Selama berkarier sebagai pemain, otal, Puyol mengoleksi 23 trofi. Semua gelar bergengsi itu dia raih bersama Barcelona dan timnas Spanyol.

Penampilannya yang konsisten di lini belakang membuat Carles Puyol disegani kawan dan lawan. Ia dijuluki The Wall (Tembok) karena ketangguhannya dalam mengawal pertahanan.

Soal kesetiaan dan konsistensi, Puyol juga luar biasa. Ia mengawali karier saat berusia 17 tahun di tim La Masia, Barcelona dan pensiun di usia 36 tahun pada 2014, tanpa pernah pindah ke lain klub.

Ia mencatat 663 penampilan bersama Barcelona. Sementara bersama timnas Spanyol, Puyol mencatat 120 penampilan dalam 15 tahun karier internasionalnya.

Anda menjadi kapten di tim Barcelona dan tim nasional Spanyol yang dipenuhi sejumlah pemain bintang. Bagaimana Anda menghadapi hal tersebut, di luar dan di dalam lapangan?

Menjadi kapten bukanlah hal yang mudah buat dilakukan, baik di Barcelona dan tim nasional Spanyol. Anda tahu saya harus bermain dengan dikelilingi oleh banyak pemain bintang. Mereka memiliki ego sendiri-sendiri. Tapi saya senang dengan semua rekan setim yang pernah bermain dengan saya.

Bagaimana Anda melihat Barcelona jika nantinya Lionel Messi pensiun? Siapa pemain yang bisa menggantikan dia?

Saya merasa sangat terhormat pernah bermain dengan Lionel Messi. Menurut saya, Messi adalah pemain terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepak bola. Mungkin sekarang ini ada banyak pemain yang punya kemampuan bagus. Tapi saya tidak yakin ada yang bisa mencapai level permainan Messi. Saya sangat bangga dan senang karena bisa bermain bersama Messi dalam banyak kesempatan dan pertandingan.

Anda mengawali karier sebagai kiper, lalu pernah menjadi striker, bek kanan, gelandang bertahan, dan akhirnya menjadi salah satu bek tengah paling tangguh. Bagaimana Anda bisa menjalani banyak posisi dan akhirnya sukses di bek tengah?

Saya hanya mengikuti instruksi dari manajer untuk bermain di posisi yang berbeda-beda. Saya hanya berusaha beradaptasi saja. Saya akhirnya bermain sebagai bek tengah dan hal itu tidak mudah dilakukan di Barcelona, karena di Barcelona banyak pemain gelandang yang turun hingga ke pertahanan. Kami harus benar-benar fokus.Saya banyak belajar dari rekan setim. Saya juga melihat bagaimana pemain lain dalam bermain. Salah satunya Paolo Maldini, saya banyak belajar dari dia.

Sumber: Liputan6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here