METROPOLITAN – Jengkol merupakan makanan primadona bagi sebagian besar warga di Tanah Pasundan dan sekitarnya. Walau harga makanan tersebut terbilang cukup mahal, buah itu bisa diolah menjadi berbagai hidangan yang sangat menggiurkan. Karena itu, sebagai produsen jengkol, masyarakat di Desa Ciampea terus membudidayakan tanaman tersebut.

Salah satunya Odih, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Ciampea. Walau harga jengkol kini melambung tinggi, ia mengaku terus memproduksinya untuk memenuhi permintaan konsumen. “Jengkol telah menjadi ciri Desa Ciampea. Yang paling banyak diolah menjadi emping,” kata Odih. Sekretaris Desa Ciampea Karta menambahkan, selain produksi jengkol, desanya memiliki berbagai UMKM seperti keripik talas dan deblo yang diproduksi dari singkong.

“Mayoritas pelaku UMKM berada di RW 04. Mereka semua akan terus kami berdayakan agar mandiri dan sejahtera,” ucapnya. UMKM makanan dari jengkol di desa itu, jelasnya, sudah ada sejak puluhan tahun silam. “Pemerintah desa akan tetap pertahankan ciri khas di desa ini sampai anak cucu kami,” pungkasnya. (yos/c/yok/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here