METROPOLITAN – Pemerintah mulai tahun ini mengalokasikan dana abadi kebudayaan dengan jumlah minimal Rp5 triliun. Anggaran ini diproyeksikan untuk mendukung upaya pelestarian dan mengembangkan kearifan lokal.

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebu­dayaan (MenkoPMK), Puan Maha­rani, mengaku telah meminta Men­teri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengecek alokasi dana abadi kebudayaan minimal. “Bagaimana caranya? Akan dilakukan seperti apa? Kini tengah disusun me­kanismenya dengan kemendikbud,” katanya.

Untuk menjaga kearifan lokal, sam­bung dia, setiap wilayah di Tanah Air tak cukup hanya dilestarikan, tapi juga harus dikembangkan. Sebab, budaya merupakan sesuatu yang sangat penting dan minat anak bang­sa terhadap budaya harus tersalurkan.

Pemerintahan Presiden Joko Wi­dodo (Jokowi) rencananya membangun satu tempat kesenian sekelas Opera House di Sydney, Australia. “Saya minta (tempat kesenian yang akan dibangun, red) tak boleh kurang dari Operasi House Sydney,” katanya. Puan mengaku bangga saat melihat mahasiswa ISI Solo tampil.

Selain memuji penampilan yang bagus, cucu Presiden pertama RI Soekarno ini menilai para maha­siswa ISI memiliki dedikasi terhadap kesenian Indonesia yang indahnya luar biasa. Seni budaya Indonesia memiliki kearifan lokal dan kekhasan beragam.

Bahkan, kebudayaan Indonesia menjadi perhatian dan inspirasi ke­indahan dunia. Tercatat, ada 13 seni budaya Indonesia sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Empat di anta­ranya objek warisan budaya, yakni Candi Borobudur, Candi Prambanan, situs manusia purba Sangiran dan Subak Bali.(slp/feb/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here