METROPOLITAN – Kementerian Pertanian (Kementan) menaruh perhatian pada petani muda alias milenial. Ini pula yang Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengembangkan sektor pertanian di desa. Kemarin, sejumlah petani muda dikumpulkan untuk mengikuti penyuluhan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Caringin, Kabupaten Bogor.

Kepala Puslatan BPPSDMP, Bustanul Arifin Caya, mengatakan, pihaknya kini tengah berusaha meningkatkan penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan hingga desa. Penyuluhnya pun tak lepas dari upaya peningkatan kualitas.

”Tugas penyuluh itu bukan hanya meningkatkan SDM pertanian, tapi juga harus mau dan mampu meningkatkan organisasi kelompok tani, produksi dan usaha tani,” terangnya dalam acara Bincang Asik Seputar Pertanian Indonesia (Bakpia). Selain itu, pihaknya juga terus meningkatkan kompetensi pemuda tani untuk mencetak petani milenial. Dalam program ini, pihaknya tak hanya mengandalkan dorongan pemerintah, tapi juga mengeluarkan beberapa terobosan.

”Pertama, modernisasi pertanian itu sendiri supaya petani anak-anak muda bisa tertarik. Kedua, kita melakukan pelatihan sesuai kebutuhan petani muda itu sendiri di samping aksesibilitas produksi pertanian, kita perbaiki ke depannya,” katanya.

Bustanul mengakui semua itu tidak mudah dilakukan, namun ia yakin peluang untuk petani muda ini pasti ada. Pelatihan ini masih berlangsung seperti pelatihan untuk kelompok petani muda santri yang ia targetkan 4.000 kelompok tani seluruh Indonesia untuk 2019.

”Masih dalam proses, beberapa untuk kelompok santri milenial ini kita targetnya 40.000 kelompok tani muda. Kita beri pelatihan, kemudian kita inventarisasi. Termasuk kebutuhannya apa supaya mereka berdaya saing dan terus bergerak di bidang pertanian,” ujarnya.

(tib/feb/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here