KPU Verifikasi 103 KTP WNA yang Masuk DPT

by -

METROPOLITAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan hanya akan memverifikasi data 103 Warga Ne­gara Asing (WNA) pemilik Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di 17 provinsi.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, 17 provinsi itu sudah cukup untuk menyisir WNA yang masuk DPT. ”Anda mau cari apa ke 514 KPU kabupaten/kota. DPT kita itu kan 192 juta, masa mau disisir satu per satu. Kan kita sudah punya data 103 nama, kan sudah lebih target, kan sudah ketahuan barangnya. Berarti nggak perlu buka yang lain,” kata Pramono.

Pramono menegaskan ke-103 WNA itu hanya berada di 17 provinsi dan 54 kabupaten/kota. Alhasil, pihaknya tidak perlu lagi memverifikasi data di seluruh provinsi di Indonesia. ”Ke-103 itu kan data dari Kementerian Dalam Negeri, yang kemudian kita buka satu per satu dan dari hasil penyisiran itu kita ketahui tersebarnya hanya di 17 provinsi dan 54 KPU kabupaten/kota. Karena yang kita cari sudah ada, tinggal ditemukan saja orangnya,” kata Pramono.

Pramono menegaskan WNA yang memiliki KTP-el itu akan dihapus dari DPT. Kendati begitu, pihaknya perlu memastikan apakah ke-103 WNA itu sudah beralih jadi WNI atau belum. Jika masih WNA otomatis ia akan di­hapus dari DPT. ”Nanti hasilnya baru dikoordinasikan sama Dukcapil dan Bawaslu bahwa orang yang nggak punya hak pilih dicoret,” ucapnya.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Mochamad Afifuddin tidak menutup kemungkinan data WNA yang masuk DPT dapat bertambah. ”Apakah ber­potensi bertambah atau tidak bisa dua-duanya. Kita lihat datanya tambah apa tidak, orang cara pembuatan KTP itu kalau ada rekomendasi dari Kum­ham atau surat dari Kumham, kalau nggak salah yang kemarin saya dapat itu formasi dari Dukcapil,” katanya.

Menurutnya, WNA yang masuk DPT membahayakan pemilu. Karena itu, DPT harus benar-benar bersih dari WNA dan hanya diisi oleh warga yang memi­liki hak pilih. ”Memang berbahaya, makanya harus dibersihkan,” katanya.

Sebelumnya, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Da­lam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh mengaku pihaknya mene­mukan 103 WNA terdaftar dalam Daf­tar Pemilih Tetap (DPT). Ia juga menga­ku sudah menyerahkan data tersebut kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). ”Sudah Kita serahkan semua datanya ke KPU. Iya, diserahkan 103 data,” ucap Zudan. (dtk/els/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *