METROPOLITAN : Ruby Falahadi, seorang aktivis pergerakan. Ia aktif sebagai aktivis sejak duduk di bangku kuliah.Alasannya bergabung di dunia organisasi ini karena ingin melantangkan suara saat rasa beruntung tak lagi didapat. Lantas, seperti apa sepak terjang ketua Aliansi Masyarakat Pengawal Demokrasi Bogor dan Tangerang Selatan di dunia pergerakan? Berikut petikan wawancara Harian Metropolitan bersama pria merayakan 25 tahun itu:

Sejak kapan Anda aktif di dunia organisasi?

Saya aktif di organisasi sejak 2013. Kemudian saya memilih sebagai mahasiswa, kemudian saya memilih jalan aktif sebagai aktivis.

Apa yang mendasari Anda mau menjadi aktivis?

Saya melihat dan merasa bosan karena tidak peduli rasa atau rasa yang diberikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat di bawah. Mengapa saya harus turun untuk mengawal dan mengendalikan segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintah agar bisa menerima manfaatnya oleh masayakat.

Adakah alasan lain?

Bagi saya organisasi adalah candra dimuka, di mana organisasi itu menyediakan pembelajaran dan memahami menjadi pemimpin yang akan datang dan siap memimpin. Karena dari organisasi banyak hal yang didapat salah satunya pengalaman.

Bagaimana cara Anda melakukan untuk mewujudkan keadilan bagi masyarakat?

Cara yang saya lakukan dengan turun ke lapangan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat ke kepala daerah atau pejabat tinggi lainnya. Karena pada dasarnya kita berasal dari masyarakat dan masyarakat yang lebih diutamakan, masyarakat itu bukan kelompok atau golongan.

Dari masyarakat kita mampu menjadi pejabat publik seperti legislatif, pemerintah juga aparat penegak hukum. Oleh karena itu, kita harus kembali lagi menerima rakyat dan memberikan pelayanan yang baik dan lebih untuk masyarakat.

Sebagai Ketua Aliansi Masyarakat Pengawal Demokrasi, apa yang ingin kamu lakukan?

Yang ingin saya lakukan pasti perubahan. Mengapa saya dinilai seperti itu, karena banyak yang tidak peduli. Oleh karena itu kami bersama organisasi siap turun ke lapangan dan siap mewadahi apa yang dinginkan masyarakat dan rakyat khusus, sehingga mendapatkan setiap keadilan dan kepastian. Di kala rasa menerima, keadilan serta kepedulian tidak diperoleh maka suara lah yang menyuarakan.

Bagaimana dengan rencana Anda ke depan?

Saya meminta perubahan yang signifikan. Masyarakat dan rakyat sedang berdialog, karena tanpa diajak berdialog saat ini susah apa yang bisa dilakukan dan apa yang dilakukan. Karena itu pemimpin atau kepala daerah harus mau mengeluarkan bau keringatnya dan mendengarkan aspirasi rakyat. Jadi pemimpin harus ditanggapi bukan, sebab kekuasaaan itu ada di tangan rakyat vox populi vox dei.

Selama aktif di dunia organisasi, adakah pengalaman menarik yang Anda rasakan?

Menariknya bisa bertukar pikiran dan berdiskusi, karena kita hidup harus berdampingan. Sementara, duka saya sering kali kompilasi berbenturan sama dengan otoritas dan otoritas dan harus menanggalkan kegiatan waktu belajar. Akan tetapi semua orang menjadi semangat saya untuk perubahan. (khr/d/rezĀ  py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here