METROPOLITAN – Masa jabatan direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor dipastikan habis April 2019. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat. “Untuk masa jabatan direksi RSUD Kota Bogor habisnya sekitar April tahun ini,” katanya.

Meski habis satu bulan lagi, Ade mengakui hingga detik ini pihaknya belum membentuk panitia seleksi (pansel). Pada­hal, pansel bertugas mencari jajaran direksi di rumah sakit pelat merah tersebut. “Pem­bentukan pansel belum kami lakukan,” ujarnya.

Ade mengaku masih kesulitan dalam pem­bentukan pansel. Se­bab, meka­n isme yang ha­rus di­tempuh cukup panjang dan harus melewati sejumlah tahapan adminispanjang dan harus melewati trasi. “Proses panjang perlu kami diskusikan terlebih dulu,” katanya. Secara ke­seluruhan, pihaknya berharap pansel bisa segera terbentuk minimal awal April. ­

“Kalau pansel sudah kami usulkan kepada wali kota Bo­gor. Bahkan, Badan Kepega­waian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BK­PSDA) sudah menyurati pihak RSUD,” ungkapnya.

Meski memerlukan waktu panjang dan melewati sejum­lah tahapan tertentu, Ade bakal segera membentuk pan­sel. “Idealnya harus segera terbentuk, tapi kami mesti melalui sejumlah tahapan tertentu seperti melewati 14 hari kerja dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu, asisten Per­ekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Dody Achdiat, mengaku sama sekali tidak mengetahui pembentukan pansel direksi RSUD Kota Bo­gor. “Kemarin saya sudah ko­ordinasi dengan pak sekda soal RSUD. Kata beliau tim pansel ada di bagian organi­sasi di bawah asisten pemerin­tahan. Tapi saya belum tahu pasti tim pansel akan berada di bawah naungan siapa, nanti kita koordinasikan du­lu,” pungkasnya.(ogi/c/yok/py)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here