Pasar Tradisional Mulai Tinggalkan Kantong Plastik

by -

METROPOLITAN – Direktur Utama (Dirut) PD PPJ, Muzakkir, mengatakan, pasar tradisional belum berkewajiban mengikuti larangan tanpa kantong plastik. Hanya saja sosialisasi ini sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik dari pembeli. Sosialisasi tanpa kantong plastik erat kaitannya dengan pengelolaan sampah di pasar.

“Sulit kalau harus dihilangkan langsung. Kami sadarkan masyarakat, kebiasaan belanja bawa kantong sendiri di pasar modern bisa diterapkan di pasar tradisional,” katanya. Ia menargetkan, tahun ini pihaknya bisa melakukan sosialisasi untuk edukasi dalam pemilahan sampah. Saat ini sampah organik di pasar tradisional 80 persen dari jumlah sampah yang dihasilkan, sisanya sampah nonorganik.

“Dengan orang bawa kantong ramah lingkungan, sampah nonorganik bisa hilang. Nah sisanya yang organik bisa dipilah dan digunakan orang jadi pupuk dan sebagainya,” tambahnya. Sehingga, kata Muzakkir, akhir tahun ini atau awal 2020 pasar tradisional bisa bebas dari penggunaan kantong plastik. Sejalan dengan itu, pemilahan sampah lebih optimal.

Pihaknya berencana menggandeng pihak ketiga dalam membantu masyarakat membiasakan pakai kantong ramah lingkungan. “Bisa dari CSR, buat kantong, lalu kita bagikan ke pedagang pasar,” katanya. Mantan ketua umum Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Bogor itu menambahkan, ada beberapa kendala yang dialami dalam mengedukasi pedagang dan pembeli soal penggunaan kantong plastik ini.

Di antaranya soal pedagang basah yang harus dipikirkan solusi wadah penggunaan yang ramah lingkungan, tapi tetap memudahkan. “Teknologi itu masih digodok. Selain itu, pasar kan pemiliknya perseorangan, bukan pasar modern yang bisa dikontrol langsung dari perusahaan. Makanya nggak muluk-muluk dulu. Yang penting membiasakan warga di pasar tidak pakai kantong plastik,” pungkasnya.

(ryn/c/ yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *