METROPOLITAN – Kepolisian Resor (Polres) Bogor berhasil mencokok 17 tersangka kasus narkoba dalam dua pekan terakhir di bulan ini. Hal itu terungkap dalam jumpa pers yang dila­kukan Satnarkoba Polres Bogor di halaman Mako Polres Bogor, kemarin.

“Kami amankan beserta barang bukti 392 gram sabu-sabu, 2,3 kilogram ganja kering dan ribuan pil psikotropika berbagai jenis. Mulai dari kapsul tramadol, trihexphenidyl dan ratusan butir hex­ymer,” kata Kasat Reserse Narkoba Polres Bogor AKP Andri Alam.

Dari 16 kasus tersebut, menurutnya, berbeda-beda dan tidak saling ber­kaitan. Tak hanya pemakai, sebagian  tersangka merupakan pengedar, mulai dari bandar besar hingga bandar kecil. Terbukti, dari barang bukti ganja kering yang diamankan, berbentuk ganja bongkahan besar seberat kurang lebih satu kilogram.­

“Itu lalu dipotong-potong jadi beberapa bagian. Nah, bagian kecil itu dijual lagi. Kemudian dipecah-pecah lagi ke dalam amplop yang lebih kecil,” be­bernya. “Mereka nyebutnya paket hemat, yang ditempel di suatu tempat. Setelah uangnya ditransfer, lalu diambil. Seba­gian besar sekarang melalui online. Jadi memang transaksi­nya putus. Penjual dan pem­beli tak saling kenal,” tambah Andri.

Ganja bongkahan, sambung Andri, memang bukan modus baru tapi jarang digunakan. Biasanya dipakai pemain kelas atas, di atas satu kilogram per batu untuk disebarkan. Dari ke-17 tersangka, seluruhnya mer­upakan laki-laki yang hampir tidak punya pekerjaan alias menganggur. “Pekerjaannya ya itu, pengedar. Keuntungannya kan banyak. Kami tidak bisa sebutkan karena khawatir malah bikin orang tertarik. Intinya be­sar lah potensinya,” bebernya.

Atas perbuatannya, tambah Andri, ke-17 tersangka dijerat pasal pengedar yakni Pasal 114 Ayat 1, 112 Ayat 2, 127 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mak­simal 15 tahun atau seumur hidup dan denda Rp1,5 miliar.

Sekadar diketahui, Satnarkoba Polres Bogor mencatat sepanjang 2018 ada 266 kasus narkoba berbagai jenis terjadi di Bumi Tegar Beriman. Kini baru meng­injak bulan ketiga saja, kasus narkoba sudah mencapai ang­ka 130-an kasus. “Tiga bulan saja sudah setengahnya dari kasus tahun lalu. Artinya di sisa waktu ke depan, rasionya ber­potensi terus bertambah,” tutup Andri.

 (ryn/c/rez/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here