Puluhan Krat Miras Disita Satpol PP

by -13 views

METROPOLITAN – Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ka­bupaten Bogor menggelar razia mi­numan keras (miras), kemarin. Masih banyak toko yang diduga menjual minuman alkohol (minol) tanpa izin di sepanjang Jalan Raya Kemang, Ke­camatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Mengerahkan hampir 42 orang per­sonel dan melibatkan Penyidik Pega­wai Negeri Sipil (PPNS), jajaran sa­tuan penegak Perda ini menyisir dan memeriksa sejumlah toko. Pantauan Metropolitan, sebuah toko di Jalan Kemang Sekolahan langsung disegel menggunakan garis pengaman, meski toko tersebut sudah ditutup pemiliknya. ”Giat ini dilakukan berdasarkan in­formasi warga dan tim intel. Giat ini juga merupakan program 100 hari kerja Bupati Bogor. Toko yang kita segel ini sebenarnya salah satu target operasi,” ungkap Ke­pala Seksi Ketentraman Masy­arakat pada Bidang Pengenda­lian dan Operasi (Tranmas Bid. Dalops) Satpol PP Kabupa­ten Bogor Hendrik Ed­mond.

Dari giat operasi di Ke­mang, pihaknya berha­sil mengamankan se­kitar 43 krat minuman alkohol jenis A dan puluhan minuman alkohol jenis B dan C yang berkadar alkohol tinggi dari berbagai merk, yang dijual tanpa ada izin. ”Semua akan kita jadikan barang bukti dan serahkan ke pengadilan untuk dila­kukan proses tindak pi­dana ringan dan akan dimus­nahkan,” katanya.

Sementara, petugas PPNS Satpol PP Kabupaten Bogor Rama Kirana menjelaskan, dari razia yang dilakukan di wi­layah Sentul dan Kemang, pihaknya mendapatkan beberapa toko dan penjual miras ilegal. ”Makanya kami melakukan tindakan tegas dengan penertiban serta penumyutaan barang yang diperjualbelikan belikan tanpa ijin. Hal ini menegakkan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor serta men­dukung program nobat Bupati Bogor,” katanya.

Penjual miras SK (43) mengaku ka­get dan menyangkal pihaknya men­jual tanpa izin. Dia mengklaim usaha perdagangannya tersebut telah me­nempuh semua prosedur perizinan perdagangan. ”Untuk minol jenis A, saya sudah punya izin. Sedangkan untuk minol jenis B dan C sedang saya proses izinnya melalui sistem online. Karena urus izin kan tidak mudah,” cetusnya.

SK juga mengatakan, toko tempatnya berjualan hanya terkena imbas dari rencana target operasi Satpol PP yaitu toko di sebelahnya. “Saya me­minta kebijaksanaan dan melakukan protes. Karena izin saya punya, semua pajak juga dibayar,” pungkasnya.

(khr/b/els/py)