Raja Arab Saudi Dibunuh Keponakannya Sendiri

by -

JAKARTA – Di antaranya adalah kabar bahwa Rusia mengirimkan pasukan dan suplai militer ke Rusia setelah krisis yang membuat anak-anak setempat harus mengais sampah untuk makan.

Kemudian dari Arab Saudi 44 tahun silam, terjadi momen di mana Raja Faisal bin Abdulaziz al-Saud tewas karena ditembak oleh keponakannya sendiri.

1.Hari Ini dalam Sejarah, Raja Faisal dari Arab Saudi Dibunuh Keponakan

Faisal bin Abdulaziz al-Saud dikenal sebagai salah satu raja yang memiliki pengaruh besar dalam Kerajaan Arab Saudi.

Saat Raja Faisal memimpin (1964-1975), dia dianggap sebagai tokoh yang membawa pandangan modern.

Raja Faisal juga tercatat sebagai orang yang menghapus perbudakan di Arab Saudi serta salah satu tokoh di Timur Tengah yang tegas dalam menolak dominasi Amerika Serikat atau Uni Soviet.

Namun, hari ini 44 tahun yang lalu, tragedi melanda Arab Saudi. Pada 25 Maret 1975, Raja Faisal dibunuh oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal bin Musaed.

2.Puluhan Anggota ISIS yang Tersisa Keluar dari Terowongan Persembunyian dan Menyerah

Operasi militer untuk membersihkan sisa anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) di desa Baghouz masih terus dilakukan.

Pada Minggu waktu setempat (24/3/2019), puluhan anggota ISIS disebut keluar dari terowongan persembunyian mereka dan menyerah kepada Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Anda bisa membacanya dengan lebih lengkap di tautan ini mengenai proses penyerahan diri anggota ISIS tersebut.

3.Sudah 2 Korban Selamat Penembakan Massal SMA di Florida Bunuh Diri

Korban selamat tragedi penembakan massal SMA di Parkland Florida, Amerika Serikat (AS), dilaporkan bunuh diri pada akhir pekan lalu.

Korban yang tidak disebutkan identitasnya itu berjenis kelamin pria, dan merupakan siswa tingkat dua SMA Marjory Stoneman Douglas.

4.Rusia Disebut Kirimkan 100 Tentara dan Logistik ke Venezuela

Dua pesawat militer Rusia dilaporkan mendarat di Venezuela dengan membawa logistik serta pasukan pada akhir pekan kemarin.

Laporan itu tidak menyebutkan detil namun mengutip sumber dari Kedutaan Rusia di Caracas, tidak ada yang misterius dalam penerbangan itu.

Kabar yang diperkuat dengan keterangan jurnalis setempat terjadi di tengah gelombang massa yang menuntut agar Presiden Nicolas Maduro segera mundur.

Sumber : Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *