Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH

(Bupati Bogor 2018-2023)

Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menargetkan 2019, industri pariwisata nasional menghasilkan devisa US$ 17,6 miliar atau setara Rp 246 triliun. Ya, pariwisata memang merupakan jalan keluar atas ekonomi bangsa.

Di saat banyak komoditas melemah, termasuk oil and gas, coal atau batubara, pariwisata justru makin melejit. Pada tahun ini, ditargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 20 juta kunjungan. Perolehan devisa dari pariwisata nasional juga dapat memberi dampak ekonomi yang besar. Sebab industri pariwisata memiliki klasifikasi bisnis yang beragam. Mulai transportasi, resort, hotel, restoran hingga UMKM.

Tantangan selanjutnya adalah: selain turis mancanegara, kita juga harus mengajak warga negara Indonesia bisa berkunjung dan berwisata ke wilayah kita sendiri. Buatlah orang Indonesia berwisata nyaman di negaranya sendiri. Karena ada sekitar 78 juta WNI siap untuk berwisata. Itu menurut data Kementerian Pariwisata. Karenanya, kita tidak boleh kalah oleh perkembangan negara lain. Mereka juga berlomba meningkatkan layanan untuk wisatawan Indonesia.

Contohnya saja Jepang. Di negeri sakura itu, saat ini sudah banyak dibangun musala dan fasilitas yang ramah Indonesia lainnya. Kita juga harus membenahi itu. Kesadaran lingkungan yang semakin dijaga masyarakat sekitar lokasi wisata harus terus dikampanyekan. Sehingga pariwisata kita terus menjadi lebih baik.

Saat ini berbagai model kegiatan pariwisata terus dikembangkan dan menjadi salah satu sektor andalan dalam perekonomian Indonesia. Satu jenis pariwisata yang mendapat banyak perhatian adalah wisata olahraga (sport tourism). Wisata olahraga merupakan jenis perjalanan untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga. Baik sekadar rekreasi, berkompetisi, maupun bepergian ke situs-situs olahraga seperti stadion (Standeven dan DeKnop, 1999 dalam Kyriaki, 2006).

Beberapa negara yang mengembangkan wisata olahraga salah satunya adalah Cyprus. Negara ini tidak besar. Tapi mampu membangun destinasi unggulan lewat ketertarikan wisatawan terhadap olahraga. Cyprus tak pernah menjadi tuan rumah gelaran olahraga, tapi negara ini punya semua fasilitas olahraga secara lengkap sampai akhirnya mampu menjadi salah satu destinasi olahraga terbaik di dunia.

Sekarang ini, kegiatan wisata olahraga di Indonesia juga semakin maju. Semakin banyak event-event  olahraga yang mengundang atlet dunia dan menghadirkan banyak penonton. Mulai event lari Jakarta 10K yang digelar setiap tahun, balap sepeda Tour de Singkarak, Pekan Olahraga Nasional (PON), balap sepeda Tour de Ijen di Banyuwangi, Tour de Flores di Nusa Tenggara Timur, hingga Bogor Wonderful Golf.

Khusus untuk Bogor Wonderful Golf, sudah mendapat dua jenis penghargaan dari Asia Pacific. Yaitu “The Most Stunning Golf Venue in Asia” dan “Best Golf Destination in Asia Pacific”. Penghargaan tersebut diberikan Asia Pacific Golf Grup dalam sebuah acara di Da Nang Vietnam tahun 2017 silam. Pada September 2019 mendatang, even Bogor Wonderful Golf kembali digelar dan akan dikemas dengan konsep yang berbeda dan lebih menarik lagi.

Saya saat ini juga sudah mencanangkan Bogor sebagai The City Sport and Tourism. Hal ini dilakukan untuk memajukan potensi pariwisata Bogor ke mancanegara. Kita ini punya 19 lapangan golf, sirkuit Sentul, sirkuit motocross, beberapa trek arung jeram di Caringin dan Cibungbulang serta olahraga paralayang. Selain itu, kita punya Stadion Pakansari dengan segala fasilitasnya.

Kemudian, jika nanti Moto GP kelak diadakan di Indonesia, maka potensi keuntungan minimumnya hingga Rp 2 triliun dengan modal Rp 130 miliar. Prediksi kementerian pariwisata, Moto GP tersebut akan bisa mengundang 100.000 wisatawan dan menghasilkan nilai ekonomi Rp1 triliun. Sedangkan media value-nya minimal dapat Rp 2 triliun. Memang dalam hal ini Pemda butuh modal besar di awal. Harus berkorban dulu. Tapi uniknya sport tourism ini modalnya tidak hanya dari Pemda. Akan banyak sektor yang terlibat yakni sponsor.

Potensi alam, budaya maupun sejarah di Bogor juga tak kalah menarik dengan daerah lain. Adanya puluhan air terjun (curug). Kita juga memiliki Geopark Pongkor. Geopark ini melibatkan masyarakat di 75 desa dan 15 kecamatan di wilayah barat Kabupaten Bogor. Untuk mensukseskan Geopark Pongkor, Pemkab Bogor butuh partisipasi masyarakat untuk menyediakan home stay.

Yang tak kalah menarik lagi. Kabupaten Bogor juga memiliki kopi yang juara di beberapa kejuaraan tingkat nasional maupun internasional. Kopi Bogor seperti Cibulao maupun  jenis robusta Sukamakmur pernah meraih juara di Aceh dan Prancis. Kopi asli Bogor ini sudah diminati banyak orang termasuk turis mancanegara yang jauh-jauh hanya ingin menikmati kopi yang kita miliki. Dengan ini saja, Kabupaten Bogor bisa maju dan siap untuk go internasional! (*)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here