METROPOLITAN – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menya­takan anggaran tunjangan profesi guru terus mengalami kenaikan. Ini sebagai upaya meningkatkan kese­jahteraan tenaga pendidik. Kenaikan anggaran menunjukkan jumlah pe­nerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) terus meningkat. ”Jumlah ini terus naik,” kata Sekretaris Jenderal Kemen­dikbud, Didik Suhardi, kemarin.

Pada 2017, sambung Didik, pemerin­tah melalui transfer daerah menyalur­kan Rp 55,1 triliun kepada 1,3 juta guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD). Angka tersebut meningkat menjadi Rp56,9 triliun pada 2019. Sedangkan besar dana yang disalurkan pemerintah melalui mekanisme dana pusat yang ditransfer Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen­dikbud) ke rekening masing-masing guru non-PNS sebesar Rp4,8 triliun pada 2017. Angka tersebut meningkat menjadi Rp5,7 triliun pada 2019.

Didik mengatakan, TPG merupakan beban tetap yang dikeluarkan pemerin­tah. Dana itu akan terus dibayar se­suai jumlah perkembangan guru yang mempunyai sertifikasi dan memiliki hak dibayarkan tunjangan profesinya. Selain TPG, pemerintah juga mem­berikan TKG satu kali gaji pokok. TKG dibayarkan kepada para guru atas pengabdiannya mengajar di daerah khusus. Jumlahnya juga terus me­ningkat. Pada 2017, TKG yang disa­lurkan melalui transfer daerah Rp1,67 triliun (41.599 guru). Lalu pada 2019, Rp2,13 triliun (51.602 guru) dengan total dana Rp5,99 triliun sejak 2017.

Selain itu, pemerintah juga mem­berikan insentif kepada guru non-PNS yang belum ter­sertifikasi. Jum­lahnya yakni Rp422,32 miliar (untuk 117 ribu guru) pada 2017 dan Rp542,32 (untuk 150 ribu guru) pada 2018 dan Rp591,1 mi­liar (untuk 164 ribu guru) pada 2019.

Bagi guru PNS yang belum menda­patkan sertifikat profesi, pemerintah memberikan tambahan penghasilan (tamsil) sejumlah Rp833 miliar pada 2016, Rp1.217 miliar pada 2017 dan Rp795 miliar pada 2018.(tib/feb/py)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here