METROPOLITAN – Di balik kasus dugaan korupsi BJB Syariah yang menyeret nama Yocie Gusman, memunculkan fakta baru. Yocie diketahui sebagai salah satu pen­diri Yatim Center Yayasan Al Ruha­maa di Jalan Raya Cifor, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat. Yayasan itu berdiri sejak 2007.

Yocie sendiri menjabat Dewan Pembina di Yatim Center Yayasan Al Ruhamaa pada saat itu. Kepri­hatinannya terhadap sejumlah permasalahan sosial di Kota Bogor mendorong ia aktif menjadi pegiat sosial bersama Yayasan Al Ruhamaa. “Berkat kepercayaan dari masyarakat, kami berkesempatan membangun IYC di Bubulak. Nantinya di sana ada masjid, klinik gratis dan sekolah khusus anak yatim,” kata Yocie, saat itu.­

Menurutnya, anak yatim bia­sanya masuk usia paling rentan. Masih anak-anak tanpa didikan orang tua, kalau tidak dirawat dengan benar akan sulit. Ka­rena itu ia ingin membantu memberdayakan dan mem­bina anak yatim sampai man­diri. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas dan daya saing mereka.

Apalagi pemerintah saat ini dinilai kurang begitu memer­hatikan hal tersebut. “Tapi kita juga tidak bisa bekerja sendiri. Maka dari itu jika ada donasi yang ingin menyalur­kan dananya untuk anak yatim, kami dengan senang hati me­nerimanya,” tutur Yocie.

Yang jelas, papar Yocie, IYC merupakan organisasi sosial yang bertujuan membantu anak-anak yatim dan duafa agar me­reka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih gemilang.

“Kami hadir untuk menjadi jembatan kasih sayang antara Anda dan saudara-sudara kita yang terimpit kekurangan dan keterbatasan. Kami hadir mem­bantu siapa pun yang merasa berkepentingan untuk berbagi dan menyucikan rezeki yang dimiliki,” bebernya.

Sementara itu, hal berbeda disampaikan Sekretaris Yatim Center Yayasan Al Ruhamaa, Sukma Dini. Wanita kelahiran Malang itu menampik jika Yocie Gusman merupakan bagian dari yayasan. “Yang terlibat itu istrinya (struktur yayasan, red), namanya Ibu Diah,” kata Sukma kepada Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, hubungan Yocie dengan yayasan hanya sebatas silaturahmi semata. Sedangkan Diah memang dahulu sempat terlibat dalam struktural yayasan, bahkan menjabat sekretaris. “Kalau Pak Yocie, kita dari pihak yayasan sering mengundang beliau sebagai pembicara dan sekadar menyemangati anak-anak dalam menuntut ilmu,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, sekitar 300 yatim lebih dibina secara meny­eluruh oleh Yatim Center Yaya­san Al Ruhamaa. Yayasan itu tak hanya membina yatim semata, melainkan turut membina pihak keluarga. Dari jumlah 300 yatim, mereka tersebar di 15 penang­gung jawab di dekat rumahnya masing-masing.

(ogi/c/rez/run)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here