100 Hari Tewasnya Noven, Warganet Gelar Doa Bersama

by -0 views

METROPOLITAN – Seratus hari lebih Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki meregang nyawa usai ditikam pria tak dikenal di bagian dadanya. Sayangnya, teka teki kematian siswi SMK Baranangsiang itu belum terpecahkan oleh pihak kepolisian. Bahkan Polresta Bogor Kota menunda penyidikan kasus tersebut hingga selesai pemilihan umum.

Salah satu teman Noven yang tergabung dalam grup Help Noven, Erna Hasanah, mengaku bersama beberapa teman lainnya akan menggelar doa bersama sekaligus memperingati seratus hari pasca-tewasnya Noven. ”Kami sengaja menggelar doa bersama di sini untuk mengenang seratus hari wafatnya mendiang Noven,” ujarnya kepada awak media, kemarin siang.

Tak hanya simpatisan Help Noven, sejumlah rekan sekolah hingga pembina Yayasan Abbas juga turut hadir dalam doa bersama tersebut. ”Ada temannya, komunitas media sosial, hingga yayasan juga hadir. Kita semua tidak hanya dari Bogor, dari luar Bogor juga ada. Seperti Bekasi, Jakarta dan masih banyak lagi,” katanya.

Meski telah mendapatkan informasi mengenai penundaan kasus tersebut pasca-pemilu, Erna beserta rekan-rekan lainnya berharap kasus tersebut segera terungkap. ”Kita semua sudah geram karena pelaku masih bebas berkeliaran selama tiga bulan belakangan ini. Sementara pihak keluarga masih menunggu kabar tentang penyelesaian kasus ini. Tentu kami di sini sebagai orang tua sangat mengerti perasaan keluarga mendiang,” paparnya.

Di saat bersamaan, Erna berharap penuh akan hasil penelusuran kepolisian dengan melibatkan pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) dalam memecahkan video rekaman CCTV di lokasi kejadian. Selama ini ia beserta rekan-rekan lainnya juga turut memantau perkembangan kasus ini melalui sejumlah media informasi.

Terpisah, ayahanda mendiang Noven, Yohanes Bosko Wijanarto, mengaku sangat terharu akan kepedulian masyarakat terhadap kasus pilu yang menimpa anaknya. Dengan adanya gerakan sosial masyarakat ini, diharapkan dapat memberi dampak tersendiri kepada pihak kepolisian untuk mengungkap kasus pembunuhan anak pertamanya itu.

Ia juga mengaku sangat menghormati keputusan pihak kepolisian yang menunda sementara waktu penyidikan atas kasus meninggalnya mendiang Noven. Kendati memaklumi putusan pihak kepolisian, keluarga besar mendiang Noven berharap usai pesta demokrasi, pihak berwenang kembali fokus mengungkap kasus ini kembali. “Jangan sampai adanya momen pemilu ini dijadikan sebagai alasan maupun dalih pihak kepolisian untuk tidak menyelesaikan kasus ini,” pintanya. (ogi/b/mam/run)