257 Orang Tewas Di Perlintasan Bodong

by -

METROPOLITAN – Tewasnya Mayang (18) di perlintasan Commuterline Jakarta-Bogor, tepatnya di kawasan Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, seakan membuka ‘borok’ operasional moda transportasi andalan warga Jabodetabek itu. Sepanjang jalur Jakarta-Bogor saja ada puluhan perlintasan tanpa palang pintu yang mengancam pengendara roda dua atau roda empat.

Tercatat, sepanjang 2014-2018 saja tak kurang dari 257 orang meninggal dunia, 422 orang luka berat dan 241 orang mengalami luka ringan lantaran kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu di jalur Daop 1 Jakarta. Di jalur Stasiun BogorCilebut saja, ada 15 perlintasan tanpa palang pintu. Di mana sembilan di antaranya punya risiko kecelakaan tinggi.

Perlintasan liar pun semakin mudah terlihat di jalur sepanjang Stasiun Cilebut, Bojonggede hingga Citayam. Ada 27 perlintasan yang terdata di Ditjen Perkeretaapian, di mana 22 di antaranya bodong dan hanya dikelola warga sekitar atau pihak ketiga. Tak sedikit di antaranya tidak ada penjagaan atau pengawasan sama sekali.

Menanggapi hal itu, Vice President (VP) Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Eva Chairunisa menegaskan pihaknya bakal menutup sejumlah perlintasan kereta tanpa palang pintu di sepanjang jalur commuterline pada tahun ini. Rencananya ada sekitar 40 perlintasan tanpa palang pintu yang akan ditutup, termasuk di beberapa titik di Kabupaten Bogor yang masuk Daop 1 Jakarta.

Meski begitu, ia belum bisa memastikan kapan kebijakan itu bakal terlaksana. Sebab, pihaknya menilai perlu melakukan sosialisasi kepada warga, pemerintah setempat dan beberapa instansi terkait demi menekan jumlah kecelakaan di perlintasan kereta. “Supaya warga dan pengendara memperhatikan rambu saat melintas. Ada juga rencana membuat underpass atau jembatan layang, tapi itu perlu sosialisasi dulu,” tuturnya.

Sementara warga sekitar, Adi Sulaeman, menceritakan perlintasan kereta api yang hanya menggunakan batang pipa besi kerap kali memakan korban jiwa. Setidaknya sudah tiga korban tewas di perlintasan tersebut. “Saat menyeberang pasti korban itu dengan tiba-tiba mogok di rel atau tidak mendengar hingga ketabrak dan meninggal,” kata Adi Sulaeman.

Menanggapi hal tersebut, Camat Bojonggede Dace Hatomi berharap perlintasan kereta yang tidak resmi idealnya ditutup. Namun yang membingungkan masyarakat yang setiap hari harus mutar arah. “Perlintasan itu bukan ilegal tapi tidak resmi. Kalau ilegal berarti tidak dikasih jalan oleh PT KAI,” kata Dace.

Dace juga meminta setelah tersambungnya ruas Jalan Bojonggede-Kemang atau (Bomang) bisa menekan angka kecelakaan di jalur perlintasan. “Kalau Jalan Bomang selesai, warga akan melintas jalan itu. Tapi menurut saya, perlintasan kereta api lebih baiknya ditutup,” tegasnya. (mul/ ryn/c/mam/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *