33,8% Pemilih Tak Tahu Nyoblos Siapa

by -4 views

METROPOLITAN – Lembaga survei PolMark Indonesia merilis hasil temuan internalnya yang bekerja sama dengan DPP Partai Amanat Nasional (PAN) di 73 Daerah Pemilihan (Dapil) dari 80 dapil seluruh Indonesia, tentang elektabilitas pemilihan presiden 2019. Hasilnya, Jokowi-Ma’ruf unggul tipis ketimbang pasangan PrabowoSandiaga dengan selisih 14,6 persen.

Hasil survei Jokowi-Ma’ruf 40,4 persen, Prabowo-Sandiaga 25,8 persen. Sementara undecided voters 33,8 persen. Pendiri PolMark Indonesia Eep Safullah sebanyak 31,5 persen dari total responden pemilih Jokowi-Ma’ruf menyatakan sebagai pemilih mantap. Sedangkan untuk Prabowo-Sandiaga, angka pemilih mantapnya adalah 20,5 persen. Mengenai undecided voters sendiri, jumlahnya masih cukup tinggi yakni 33,8 persen. Selain itu, survei ini juga mendapatkan data yakni 40,8 persen sebagai golongan pemilih diperebutkan.

”Kalau undecided itu gabungan dari pemilih yang merahasiakan pilihannya, pemilih yang belum punya pilihan, pemilih yang tidak menjawab. Namun kalau pemilih diperebutkan itu, gabungan dari undecided voters pemilih Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi yang masih mungkin berubah pilihannya,” jelas Eep.

Eep menegaskan, survei ini bukanlah hasil dari pergolakan situasi terkini yang telah memasuki kampanye akbar dan debat pilpres hingga jilid empat. Karenanya, pemaparannya kali ini sudah sangat mungkin berbeda dengan data yang diperolehnya dalam kurun waktu survei dilakukan.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan dari Oktober 2018 Februari 2019 dengan jumlah responden 440 (margin of error plus-minus 4,8%) di masingmasing 72 dapil dan 880 responden (margin of error plus-minus 3,4%) di satu dapil. Survei di 73 dapil ini mencakup 93% dari pemilih pemilu 2019, dengan memperebutkan 534 kursi dari 575 keseluruhan kursi DPR RI 2019. Pengambilan sampel survei ini dilakukan dengan metode Multistage Random Sampling dengan selang kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, PolMark Indonesia merilis sembilan partai politik dinyatakan berpotensi lolos ambang batas parlemen 4 persen. ”Mereka adalah PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, PAN, Nasdem, PKS dan PPP,” kata Eep.

Sisanya tujuh partai dinyatakan berpotensi tidak lolos ambang batas parlemen. Yakni Perindo, Hanura, PSI, PBB, Berkarya, PKPI dan Garuda. (dtk/els/run)