METROPOLITAN – Sebut saja namaku Bunga, usiaku kini 23 tahun. Aku seorang Bidan yang sekarang bekerja di sebuah Rumah Sakit Swasta di Kota ku. Kisahku sungguh memalukan karena telah┬ájatuh cinta dengan suami orang.

Aku masih fresh graduate, dan usiaku juga masih muda. Aku memang mempunyai kelebihan secara fisik, kulitku putih, lebih putih dari standard ratarata wanita Indonesia, tubuhku pendek namun proporsional dan aku berjilbab. Kisah ini bermula ketika aku mulai pertama kali bekerja di sebuah klinik milik seorang anggota DPRD di kotaku.

Sebut saja namanya Pak Haji, karena beliau memang sudah melaksanakan rukun Islam yg terakhir itu. Waktu itu aku sama sekali tidak tahu kalau akan jatuh cinta padanya suatu saat nanti. Pak haji masih muda, usia nya saat itu 36 tahun, sudah beristri dan memiliki 4 orang anak. Dengan wajah yang tampan ciri khas orang Jawa, dan yang selalu membuat aku rindu kepada beliau adalah aroma parfumnya yang mahal itu.

Seminggu aku bekerja di klinik itu banyak kudengar cerita dari pegawai lainnya tentang Pak Haji adalah seorang playboy. Bahkan pernah ada skandal perselingkuhannya dengan seorang pegawai yang sampai membuat gempar walaupun berujung rujuk kembali dengan istrinya. Aku juga mendengar tentang beberapa skandal perselingkuhannya dengan pegawai lain yang tak tercium oleh orang-orang. Sekedar informasi, letak tempat tinggal keluarga Pak haji berada dilantai 2 klinik tersebut, sehingga kami pegawainya sering sekali bertatap muka dengan Pak Haji.

Aku sangat menghormati kewibawaan pak haji, bahkan awalnya aku takut kepadanya, hingga pada suatu hari aku dipanggil pak haji di ruang administrasi. Dengan gugup aku menjawab semua pertanyaannya. Aku rasa ini hanya modus dia untuk lebih dekat denganku. Pertanyaannya tak hanya seputar pekerjaan, terkadang bertanya tentang keseharianku, dan pada akhirnya mengajak aku untuk berkencan. Ini mungkin awalnya aku jatuh cinta kepadanya.

Gila, ternyata apa yang diceritakan teman-temanku benar adanya. Entah kenapa aku bukannya risih dan ilfil kepada pak haji, percakapan kami di ruang administrasi hari itu malah membuatku semakin berani dan bahkan nyaman berbicara dengan bos ku itu. Aku ingat kejadian itu hari selasa, ketika pak haji sudah dengan rapi hendak pergi kekantor DPRD namun disempatkannya untuk visit pasien di klinik karena pak haji memang sudah perawat senior bergelar M.Kes.

Setelah visit dia masuk ke ruang operasi, tak lama kemudian handphone ku berbunyi, kulihat sms dari pak haji menyuruhku masuk ke ruang operasi. Saat itu aku takut sekali, tapi dalam hati kecilku aku ingin sekali, karena memang sudah kuduga pak haji pasti mengajakku untuk berduaan di sana.

Ruang operasi di klinik bersekat menjadi 2 ruangan, yang satu digunakan untuk operasi berlangsung, sedangkan yang satu untuk bersantai dan pak haji sering menerima tamunya disitu. (Bersambung)

BACA JUGA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here