Aku Jatuh Cinta Pada Suami Orang (2)

by -4 views

METROPOLITAN – Akhirnya dengan banyak pertimbangan aku memutuskan untuk mendatanginya. Dan ketika kudatangi aku ditariknya, diciumnya tanganku, dan aneh nya lagi aku tak menolak. Kemudian ia mencium keningku, aku juga tak menolak, bahkan aku serasa nyaman sekali. Aku dipeluknya tubuhnya yang kelihatan masih lajang itu memang menjadi daya tarik tersendiri pada pak haji.

Setengah jam lamanya kami bercumbu, saling berpagutan dan sesekali pak haji mengungkapkan perasaannya kepadaku. Dan itu membuatku senang sekali. Aku pikir sudah jatuh cinta kepada pak Haji dan tidak ingin melepasnya.

Setelah kejadian itu aku jadi sering berkomunikasi dengannya, baik di klinik maupun melalui udara, pak haji semakin sering menghubungiku tanpa ada kepentingan dan hanya sekedar bertanya aku dimana dan sedang apa. Kami seperti sudah berpacaran saja.

Hubunganku ini diketahui oleh rekan kerjaku, kak Tri, karena aku memang dinas bersama degan kak Tri, dan untung nya kak Tri adalah orang yang sangat fair. Dia menyimpan rahasiaku ini sampai akhirnya kak tri berhenti bekerja disana. Pada suatu hari kebetulan aku bertugas malam dan aku dinas sendirian karena teman dinasku bang Dadang tidak bisa hadir.

Kebetulan ada acara dirumah pak haji, maklum pak haji mencalonkan diri lagi sebagai anggota legislatif untuk periode kedua. Jadi setiap hari pasti ada saja tamunya yang datang. Waktu itu pukul 24.30 WIB barulah semua tamu pak haji pulang. Ketika itu aku biasa beristirahat di ruang dokter karena sudah larut malam biasanya kalau ada pasien pun kami dibangunkan oleh satpam.

Pintu belum kukunci, karena aku masih akan keluar untuk memastikan sudah aman kah pasien ku. Dan begitu terkejutnya aku ketika itu pak haji masuk ruangan itu dan menguncinya dari dalam. Aku takut sekali, bukan takut pada pak haji, tapi aku takut kalau istri beliau mengetahui hal ini. Namun pak haji meyakinkanku dengan berkata kalau ibu klinik ku sudah terlelap sejak tadi. Malam itu benar-benar menjadi sejarah dalam hidupku.

Aku merelakan keperawananku direnggut oleh pak haji. Jahatnya lagi pak haji berkata aku sudah tidak perawan karena sudah tidak berdarah, namun aku mencoba menjelaskan tentang himen wanita yang tak semua wanita akan berdarah ketika pertama kali melakukan hubungan intim. Akhirnya ia dapat menerima penjelasanku.

Kami bercinta kurang lebih selama 1 jam, sungguh awalnya aku merasa kesakitan sekali, namun kepiawaian pak haji dalam bercinta mampu membuatku merasakan nikmat yang sungguh sangat luar biasa.

Setelah kejadian malam itu aku dan pak haji jadi sering melakukan perbuatan terlarang itu. Terkadang di ruang dokter, di ruang operasi, bahkan yang paling berkesan di kamarnya sendiri saat istrinya bekerja dan pengasuh anaknya tertidur diruang TV. (cer) (bersambung)