Audiensi Deadlock, Mahasiswa Bentrok

by -

METROPOLITAN – Puluhan mahasiswa nekat membakar ban di depan gerbang Pengadilan Negeri (PN) Cibinong. Mahasiswa dari Universitas Djuanda (Unida) Bogor menuntut keadilan atas korban pemerkosaan yang pelakunya justru dibebaskan PN Cibinong.

Senin (29/4) siang, massa mendatangi PN Cibinong di Jalan Raya Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Mereka berusaha masuk ke halaman PN Cibinong hingga terlibat bentrok dengan polisi.

Demonstran yang tidak terima PN Cibinong memvonis bebas pelaku pencabulan anak di bawah umur, meradang dan memaksa masuk. Namun dihalangi kepolisian hingga bentrok pun tidak terhindarkan.

Pada 25 Maret 2019 lalu, Majelis Hakim PN Cibinong yang diketuai M Ali Askandar memvonis bebas Hendra Iskandar (41), pelaku pencabulan terhadap Joni dan Jeni, warga Kelurahan Pakansari, Cibinong.

Hal itu kemudian mengundang reaksi masyarakat yang mempertanyakan kredibilitas hakim dalam memutus perkara. Terlebih selama proses persidangan, hanya dihadiri satu hakim dan kedua korban diharuskan memberi pernyataan tanpa boleh didampingi orang tuanya.

Selain itu, pelaku pun sudah mengakui perbuatannya ditunjang bukti visum. Namun, Hendra tetap divonis bebas lantaran hakim mempertimbangkan tidak adanya saksi saat dua bocah itu ‘dikerjai’ pelaku. “Kami minta oknum hakim yang telah memvonis bebas terdakwa pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur itu dipecat,” tegas Ketua BEM Unida Muhamad Arifin saat melakukan aksinya.

Loading...