Bergerak Karena Nurani

by -

METROPOLITAN – Menjadi relawan kesehatan telah menjadi jalan hidup Marseli Tamboyang. Sejak remaja, pria dua anak ini sudah dikenal sering membantu warga tak mampu demi mendapatkan haknya di rumah sakit. Bagaimana perjalanannya, berikut petikan wawancaranya dengan wartawan Harian Metropolitan.

Sejak kapan Anda mulai aktif menjadi relawan dengan mendampingi warga tak mampu di rumah sakit?

Semua ini saya lakukan sejak masih berusia 20 tahun saat keluarga sakit dan membutuhkan pendampingan ke rumah sakit.

Menurut Anda, apakah masih banyak warga Kabupaten Bogor yang hidup dalam kemiskinan?

Saya tidak bisa menyebutkan berapa jumlahnya. Tapi yang pasti, masih banyak warga Bogor yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil. Di wilayah mana angka kemiskinan yang masih tinggi?

Sepengetahuan saya itu di wilayah Bogor Barat, karena banyak masyarakat tidak mampu yang selalu terombang-ambing ketika berobat ke rumah sakit.

Apa duka Anda saat melakukan pendampingan?

Dukanya, ketika membawa pasien ke rumah sakit saat mengurus administrasi, dibenturkan dengan peraturan. Contohnya saat membawa pasien tidak mampu, tapi dia tidak memiliki kartu jaminan kesehatan seperti BPJS atau KIS. Akan tetapi, semua itu selalu saya hadapi dengan penuh semangat. Terlebih, dukungan moril selalu diberikan Ketua Umum Markas Pejuang Bogor (MBB), Bunda Atiek.

Apa harapan Anda untuk Pemkab Bogor?

Saya ingin Pemkab Bogor lebih serius menangani masyarakat kurang mampu dan instansi terkait yang menaungi itu turun langsung ke lapangan. Bukan hanya kesehatan, tapi juga banyak masyarakat di pelosok yang tidak mengantongi surat nikah. Pemerintah harus hadir untuk semua permasalahan ini.

(mul/d/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *