BPPD Optimis Museum Pertanian Dongkrak PAD

by -7 views

METROPOLITAN – Pada 22 April, Kota Bogor dipastikan bakal memiliki museum baru. Berlokasi satu kompleks dengan Museum Tanah di Jalan H Djuanda, Museum Pertanian yang merupakan museum teranyar di Kota Hujan itu bakal diresmikan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Berbeda dengan Museum Tanah, Museum Pertanian diyakini akan menarik minat pengunjung lantaran menawarkan sejumlah konsep yang menarik. Membuat pengunjung seolah berada dalam lorong waktu hingga menyuguhkan sejumlah spot unik dan menarik yang kekinian untuk berswafoto adalah keunggulan yang dimiliki museum tersebut. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Syahlan Rasyidi, mengaku siap mengakomodasi museum sebagai salah satu destinasi edukatif di Kota Hujan. Tak hanya itu, hadirnya museum juga digadang akan memberikan angin segar bagi pecinta wisata ilmiah, khususnya para pelajar. “Kami menyambut baik adanya museum baru di Kota Bogor. Ini tentu bakal jadi spot edukasi bagi pelajar Kota Hujan,” katanya.

Adanya museum, sambung dia, diyakini bakal memberikan dampak positif pada dunia pariwisata di Kota Bogor. Ia sangat kagum akan informasi komoditas pangan di Indonesia diilustrasikan dalam bentuk diorama pengolahan lahan sawah, rumah petani hingga alat pertanian yang sangat menarik untuk dijadikan spot foto bagi pengunjung. “Konsepnya bagus saya suka. Kemungkinan ini bakal jadi salah satu primadona wisata bagi masyarakat Kota Bogor, karena konsepnya sangat kekinian dan cocok untuk semua kalangan,” imbuhnya. Pada 2015 sektor pariwisata berhasil menyumbang Rp137 miliar pada 2016. Kenaikan kembali terjadi pada 2017 di angka Rp208 miliar, sementara pada 2018 PAD Kota Hujan mencapai Rp239 miliar. “Terhitung sejak 2015 hingga 2018 kenaikan PAD Kota Bogor mengalami kenaikan, mulai dari 10 persen, 15 persen hingga 30 persen setiap tahunnya,” bebernya.

Terpisah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengaku optimis dengan adanya museum tersebut. Sebab, akan memberikan dampak cukup besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor, khususnya dari sektor pariwisata. Jika mengacu pada data potensi pariwisata museum dan edukasi Kota Bogor, saat ini Kota Bogor sudah memiliki delapan museum yang tersebar di sejumlah Kota Hujan. Yuno juga sudah menyiapkan sejumlah konsep untuk mempromosikan Museum Pertanian menjadi salah satu ikon wisata edukasi di Kota Hujan. “Intinya, secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan PAD Kota Bogor. Kami yakin tren peningkatan PAD dari sektor pariwisata yang sudah empat tahun ini meningkat akan bertambah pesat dengan adanya museum ini,” tutupnya. (ogi/c/yok/p)