Caleg Hasil Politik Uang Dicoret Saat Terpilih

by -

METROPOLITAN – Kasus dugaan politik uang yang menyeret calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Bogor Zenal Abidin, terus digarap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor bersama kasus lainnya. Jika terbukti, praktik politik uang berimplikasi hukum serius mulai dari pidana hingga didiskualifikasi atau dicoret ketika terpilih.

Komisioner  Bawaslu Kota Bogor Ahmad Fathoni mengatakan, ancaman politik uang termaktub dalam UndangUndang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Pasal 523 Ayat 2 menyatakan pelaksana, peserta dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja pada masa tenang menjanjikan atau memberikan imbalan uang atau materi lainnya kepada pemilih, secara langsung ataupun tidak langsung seperti Pasal 278 Ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp48 juta. “Di Peraturan KPU, jika terbukti dan sudah ada keputusan tetap, bisa didiskualifikasi. Jadi tidak hanya pidana, tapi juga yang bersangkutan bisa didiskualifikasi,” kata Fathoni kepada Metropolitan.

Sejauh ini, Bawaslu sedang menggarap sekitar 17 kasus dugaan politik uang. Bahkan, beberapa kasus di antaranya sudah masuk Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu), termasuk kasus Zenal Abidin. “Saat ini sedang digarap Bawaslu. Bahkan beberapa di antaranya sudah masuk ranah Gakkumdu. Yang Zenal Abidin juga di Gakkumdu,” terangnya.

Sebelumnya, Bawaslu Kota Bogor terus mendalami dugaan politik uang caleg DPRD Kota Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tanahsareal, Zenal Abidin. Bawaslu terjun langsung ke lokasi untuk menelusuri ada atau tidaknya orang lain yang menerima aliran uangnya saat masa tenang pemilu 2019.

“Hari ini (kemarin, red) mau follow up ke Kelurahan Kencana. Apakah ada saksi lain yang akan diajukan pelapor. Ada waktu bagi pelapor untuk menambahkan saksi. Mereka juga bilang punya video pengakuan, tapi kami konfirmasi terhapus. Maka hari ini kami turun ke lokasi, apakah di sekitar RT/RW di Kelurahan Kencana ada orang lain yang menerima,” kata Komisioner Bawaslu Kota Bogor Firman Wijaya, kemarin.

Selain dilaporkan dua orang sekaligus, kasus Zenal juga digarap Panwascam Tanahsareal dari informasi awal. Saat dikonfirmasi tadi malam, Zenal mengaku masih menunggu panggilan sambil menjelaskan dan bersilaturahmi. Sebelumnya, Zenal Abidin mengaku belum mengetahui bahwa dirinya dilaporkan ke Bawaslu. Yang jelas, caleg Partai Gerindra itu membantah telah melakukan politik uang.

“Info seperti ini sudah biasa, di 2014 juga sama. Mungkin ada yang merasa kalah suaranya di wilayah, lebih ke politis. Kalau amplop bisa beli, uang bisa dimasukin dan kartu nama banyak masyarakat yang pegang. Saya juga nggak tahu itu, namanya juga politik,” kata Zenal. (fin/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *