Dedie bakal Tuntaskan Kisruh Transportasi

by -4 views

METROPOLITAN – Pengakuan Wali Kota Bogor periode 2014–2019 Bima Arya yang tidak puas dengan permasalahan transportasi, rupanya ditanggapi serius Wakil Wali Kota Bogor terpilih, Dedie A Rachim. Bahkan, Dedie mengaku siap menjadikan transportasi sebagai salah satu program prioritasnya, jika sudah resmi menjabat sebagai orang nomor dua di Kota Hujan pada periode mendatang. ”Program kebijakan rerouting dan konversi tetap harus dilaksanakan bertahap sebagai kelanjutan pembenahan menyeluruh di Kota Bogor,” katanya. Tak bisa dimungkiri, rerouting atau penataan kembali jalur angkutan umum, konversi angkutan kota atau yang lebih dikenal dengan pergantian angkutan tua dengan bus medium, dengan skema 3 banding 2 dan 3 banding 1, hingga persoalan sengketa lahan Regional Ring Road (R3) adalah sedikit contoh kebijakan yang belum maksimal direalisasikan di era kepemimpinan Bima – Usmar.

Dedie juga siap ikut ambil bagian dalam melaksanakan, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2017, tentang perubahan kedua mengenai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2015 mengenai Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit (LRT) Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dam Bekasi, demi meningkatkan kualitas transportasi. ”Kedepan kami akan ikut mengambil peran dalam rencana pemerintah pusat untuk meneruskan pembangunan LRT trase ke dua dari Cibubur, Cimanggis dan Bogor,” kata Dedie. Jika hal tersebut terealisasikan dengan baik, sambung dia, tentu ini merupakan modal bagi Pemerintah Kota Bogor dalam merubah secara menyeluruh sistem transportasi yang ada di Kota Hujan. Tak hanya itu, program ini juga akan memberikan dampak positif terhadap kerjasama pemerintah kota dengan provinsi dan pusat dalam segi transportasi.

”Artinya, pemerintah kota harus bekerjasama dengan sejumlah pihak terkait demi memadukan satu moda transportasi massal,” bebernya. Seperti diketahui, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengaku, secara keseluruhan apa yang sudah dilakukan dirinya bersama Usmar sudah sesuai dengan target yang dicanangkan. Kecuali, sektor transportasi yang perlu menjadi catatan penting dirinya kala menjabat sebagai Wali Kota Bogor 2014 hingga 2019. ”Jujur saya akui, saya kurang puas untuk sektor transportasi. Menurut saya banyak catatan yang mesti dievaluasi, Seperti rerouting, konversi angkutan umum, pembangunan jalan R3, masih terhambat dalam pelaksanaanya,” tutupnya. (ogi/c/yok)