Disnaker Pantau Produktivitas UKM

by -5 views

METROPOLITAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor Jawa Barat melakukan verifikasi terhadap pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dianggap memiliki prestasi sesuai usahanya untuk meningkatkan produktivitas UKM. “Penilaian produktivitas antar-UKM se-Kabupaten Bogor itu untuk menyambut ulang tahun kabupaten mendatang. Pemenangnya akan diumumkan langsung Bupati Bogor, Ade Yasin, saat ulang tahun Bogor pada 3 Juni 2019,” ujar Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Kabupaten Bogor, Zulkifli. Sebelumnya dikatakan, disnaker sudah mengundang pelaku UKM dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor untuk ekspos produknya di disnaker. Dari verifikasi awal, dinas akhirnya menetapkan enam UKM yang dinilai berprestasi untuk diverifikasi lebih lanjut. Nantinya dari keenam pelaku UKM tersebut akan diranking. Menurut dia, verifikasi di lapangan dengan turun melihat langsung kondisi tempat produksi dimaksudkan untuk melihat kesesuaian dari hasil ekspos pelaku UKM saat di dinas. Verifikasi ini tidak masuk ranah seperti teknologi yang digunakan dalam produksi dan lainnya. “Disnaker hanya melakukan penilaian dari sisi produktivitas UKM, misalkan tren produksi naik atau turun, apakah rata-rata saja. Penilai tak akan melihat jumlah tenaga kerja, tapi melihat inovasi dan pemanfaatan tenaga kerja,” terangnya.

Ia menjelaskan, disnaker ikut melakukan penilaian terhadap pelaku UKM. Ke depan, akan pula diberikan pelatihan untuk penguatan, sehingga pengelola UKM bisa naik kelas menjadi usaha menengah atau pengusaha besar. Menurut dia, banyak UKM selama ini hanya berdiri dan mereka hanya menargetkan cukup untuk diri sendiri serta tak ada target untuk naik kelas. Disnaker ingin pelaku UKM bisa berkembang, karena kuatnya UKM di Bogor akan berimbas kepada perbaikan ekonomi dan mengurangi angka pengangguran. “Karena pekerjaan sektor formal saat ini, dengan banyak teknologi tentu banyak mengurangi jumlah tenaga kerja. Kompetisi ini diharapkan munculkan pelaku usaha baru dan disnaker akan memberikan banyak pelatih. Ke depan akan ada pelatihan pengukuran produktivitas,” ungkap Zulkifli.

Adapun enam pelaku UKM yang dinilai, yakni Aprilia Snack di Parung dengan produk utamanya Kembang Goyang, kedua produk kosmetik, Ny Ayu Safitri, di Sentul, ada di daerah Caringin UKM Cowboy, produknya pengolahan susu dan keju, kemudian di Cileungsi Wiliam Food, produksi varian kecap dan sirup, lalu di Cibinong, ada produksi Kerupuk Kulit Isma. Dan, terakhir di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, produknya Bakso Rango. “Setelah dilakukan penilaian dan dinyatakan menang, maka pemenangnya akan dikirim untuk mengikuti lomba penilaian produktivitas di tingkat provinsi di Bandung, mewakili Kabupaten Bogor,” pungkas Zulkifli. (cdn/suf/py)